Nasional

1 Juni Resmi Jadi Hari Libur Nasional

Joko Widodo
Joko Widodo

infonusantara.co.id, Bandung – Presiden RI Joko Widodo menetapkan tanggal 1 Juni sebagai hari libur nasional melalui Keputusan Presiden yang ia tandatangani dalam puncak perayaan Pidato Bung Karno 1 Juni 1945 di Gedung Merdeka Bandung, Rabu, 1 Juni 2016 siang. Ia juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk optimistis menyambut era kompetisi di masa mendatang.

Dalam pidatonya di hadapan para pejabat negara dan daerah, Jokowi menyampaikan pengalamannya bertemu dengan para pemimpin dunia dalam beberapa bulan terakhir. Dalam pertemuan-pertemuan tersebut, ia mengaku mendapatkan pengakutan dari para pemimpin negara sahabat atas keberadaan Pancasila.

Mereka menyampaikan pengakuan dan bahkan kekaguman karena mereka sendiri tengah dilanda kegalauan sosial, terutama bagaimana menghadapi dan berdialog dengan perbedaan dan keberagaman. Sebaliknya, Indonesia sebagai negara muslim terbesar di dunia yang terdiri dari belasan ribu pula dan ratusan suku bangsa bisa merawat toleransi.

“Setelah kunjungan-kunjungan kerja itu, saya semakin bangga, semakin bersyukur memiliki Pancasila,” kata Jokowi disambut tepuk tangan panjang semua yang hadir di bangunan bersejarah Gedung Merdeka.

Memiliki Pancasila, menurut Jokowi, tidak ada alasan lagi bagi bangsa Indonesia untuk tidak optimistis menyambut era persaingan di masa mendatang. Ia mengajak semua pihak untuk bekerja keras mencapai tujuan bersama dengan semangat yang sudah diwariskan para pendiri bangsa, yakni gotong-royong.

Setelah acara seremonial di Gedung Merdeka, Jokowi memimpin rombongan, termasuk anak sulung Soekarno, Megawati Soekarnoputri, berjalan kaki selama 10 menit menuju bekas sel Soekarno di Banceuy. Ratusan warga menyambut Presiden dan rombongan dengan hangat di sepanjang perjalanan. Para pegawai keluar dari kantor mereka untuk sekadar melambaikan tangan atau mengambil foto.

Jokowi menghabiskan tak kurang dari 10 menit di dalam sel nomor 5 yang pernah ditinggal Soekarno selama hampir satu tahun. Di sana, bekas pengusaha mebel tersebut khidmat mengamati setiap detailnya. Bergabung kemudian di ruangan berukuran 2×1,4 meter tersebut Megawati, Puan Maharani, dan Ketua MPR Zulkifil Hasan. (pr)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker