DaerahKriminal

Gelapkan 5 Unit Mobil Warga Polsek Sagulung Ringkus Tentara Gadungan

dsc02933infonusantara.co.id, Batam – Tiga orang pelaku penggelapan 5 unit mobil milik warga Kota Batam, kini diamankan jajaran Polsek Sagulung. Satu orang diantara pelaku mengaku anggota TNI berpangkat Sersan Satu (Sertu). Dalam aksinya, pelaku mendatangi pengusaha rental mobil dengan selalu mengenakan seragam loreng tentara, dan selalu mengatakan kepada pemilik mobil itu, bahwa komandannya mau datang.

Kapolsek Sagulung AKP Hendrianto SH MH kepada sejumlah wartawan, Kamis (7/10) lalu, di Mapolsek Sagulung mengatakan, pihaknya mengamankan tiga tersangka pelaku penggelapan kendaraan roda empat yaitu mobil rental. “Adapun tersangkanya berinisial P, T dan A. Dimana modus operandinya, para pelaku untuk melancarkan aksinya, dia mengaku sebagai anggota TNI. Masyarakat di sekitar pasar Jodoh itu selama dua tahun terakhir ini, yakin bahwa pelaku berinisial P tersebut, benar-benar merupakan seorang anggota TNI, karena setiap harinya selalu mengenakan seragam loreng dinas tentara,” kata mantan Kapolsek Bengkong ini.

Lebih lanjut Hendrianto menyebut, para pelaku setiap hendak merental kendaraan selalu mengatakan kepada masing-masing pemilik mobil, bahwa komandannya mau datang. “Jadi sipelaku selalu menyebutkan komandannya mau datang. Kemudian semua mobil rental tersebut digadaikan mereka, dengan alasannya nanti ditebusinya lagi, namun kenyataanya tidak ada ditebus para pelaku,” ucap pria kelahiran tahun 1975 ini.

Ketika ditanya, sejak kapan pelaku melakukan aksinya, Hendrianto menjelaskan, berdasarkan laporan yang diterima pihaknya, bahwa mereka pelaku itu bereaksi sejak bulan Juli 2016 lalu. “Laporan kehilangan pertama kita terima pada bulan Juli 2016 lalu. Sedangkan jumlah mobil yang hilang, saat ini kita tangani ada sebanyak 5 unit. Lima unit mobil yang hilang itu, semuanya sudah dapat yaitu, satu unit jenis Toyota Rush, satu unit jenis Grand Nissan Livina, tiga unit lagi mobil jenis Avanza. Sedangkan jumlah korbanya 4 orang pemilik mobil, karena satu orang punya 2 unit mobil yang hilang tersebut,” jelasnya.

Hendrianto menyebut, pelaku sama sekali bukan dari anggota TNI atau mantan TNI, namun pelaku dua tahun yang lalu hanya kerjaanya sebagai tukang semir sepatu di kawasan pasar Jodoh. “Dulu pekerjaan pelaku tukang semir sepatu, kemudian dua tahun menghilang, tiba-tiba pelaku datang lagi ke Batam, lalu  mengaku pernah mengikuti pendidikan paket tentara, entah paket apa maksudnya, saya tidak tahu,” tegasnya.

Disinggung soal harga mobil yang digadaikan, menurut Kapolsek, harga mobil digadaikan secara bervariasi. “Mereka pelaku menggadaikan mobil rental tersebut secara bervariasi antara sebesar Rp 20 juta hingga Rp 30 juta per unit. Mobil tersebut masih di seputaran Kota Batam sebanyak 4 unit, sedangkan satu unit lagi sudah sempat di Tanjungpinang. Ketiga pelaku ditangkap ditempat berbeda. Pelaku utamanya berinisial P, ditangkap di Lorong Wiraguna Palembang, Minggu (2/10) lalu, tengah malam sekitar pukul 1.00 Wib. Saat petugas melakukan penangkapan sempat terjadi keributan dengan keluarga pacar pelaku. Mereka tidak terima karena calon menantunya ditangkap anggota polisi, seharusnya ditangkap oleh Pom TNI, karena sepengetahuan mereka selama ini calon menantuanya itu seorang anggota TNI. Di Palembang pelaku ini mengaku anggota TNI, sedangkan pacarnya selama ini tidak tahu bahwa calonnya itu seorang TNI gadungan,” terangnya.

Begitu juga kata Hendrianto, kedua teman pelaku yang berinisial T dan A, mereka sama sekali tak menyangka bahwa P, rupanya seorang tentara gadungan. “Jadi kedua temanya ini, tidak tahu dia itu seorang tentara gadungan. Selain mengamankan pelaku, kita juga mengamankan barang bukti seperti, 5 unit mobil rental. Satu unit jenis Grand Nissan Livina, satu unit Toyota Rush, 3 unit mobil jenis Avanza, satu celana dinas loreng TNI, dua baju dinas loreng TNI, satu topi dinas TNI berwarna hitam, serta 2 Kartu Tanda Anggota (KTA) dari Markas Besar Korps Yudha Putra Resimen X Jawa Barat ,” paparnya.

Saat diwawancara wartawan, pelaku berinisial P itu mengaku, dirinya bukanlah anggota TNI-AD. Sedangkan baju TNI yang selama ini ia pakai itu, dia dapat dari teman-temanya. “Seragam itu saya dapat dari teman, dan saya belajar melihat-lihat saja. Uang yang saya dapat dari hasil penjualan mobil itu sebesar Rp 10 juta per unit,” ujar pelaku.

Menurut Kapolsek atas perbuatan pelaku P, dikenakan pasal 372 junto 378, dengan ancaman diatas lima tahun penjara. Sedangkan dua orang temanya berinisial T dan A, dikenakan pasal 56 KUHP, karena turut serta dengan ancaman kurungan selama lima tahun. (Manser)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker