Lingkungan

38 Rumah Porak Poranda

Salah satu rumah yang hancur dihantam angin puting beliung.
Foto; Salah satu rumah yang hancur dihantam angin puting beliung.

infonusantara.co.id, Karimun – Angin puting beliung melanda Pulau Karimun Besar, Rabu (8/6). Bencana itu menghancurkan sekitar 28 rumah porak poranda. Rinciannya, 32 unit rumah di Kecamatan Karimun dan 6 rumah di Kecamatan Meral. Rumah warga tersebut dihuni 157 jiwa. Kepala Bidang Kesejahteraan Sosial (Kabid Kessos) Dinas Sosial Karimun Syafruddin ketika jumpai di Kantor Lurah Seilakam Barat mengatakan, pihaknya melalui Taruna Siada Bencana (Tagana) sudah turun ke beberapa lokasi yang diterjang angin dahsyat tersebut. Daerah paling parah terjadi di kawasan Telaga Tujuh, Kolong, Kelurahan Seilakam Barat. “Kami sudah turun ke lokasi yang diterjang puting beliung, paling parah terjadi di Kolong, Kelurahan Seilakam Barat dengan jumlah 32 rumah yang mengalami kerusakan. Rumah yang rusak total sebanyak 2 unit. Sementara, sisanya rusak sedang dan rusak ringan. Lokasi lain terdapat di Kelurahan Baran, Kecamatan Meral dengan rumah rusak sebanyak 6 unit,” ungkap Syafruddin.

Hingga kemarin, pihaknya belum menerima data berapa rumah yang rusak di Kecamatan Tebing dan Kecamatan Meral Barat. Kemungkinan besar, di dua kecamatan yang berada di Pulau Karimun Besar itu juga ditemukan rumah warga yang rusak. “Kami belum menerima informasi dari Kecamatan Tebing dan Meral Barat, kemungkinan besok datanya bisa masuk,” terangnya. Kata Syafruddin, setelah merekapitulasi data korban puting beliung tersebut, maka pihaknya juga akan menyiapkan bantuan kepada keluarga korban, bantuan tersebut berupa sandang dan pangan. Bantuan itu akan diserahkan oleh Kepala Dinas Sosial Karimun bersama Lurah, Kamis (9/6) siang.

“Kami sudah menyiapkan bahan pangan berupa beras, mie instant, telur, minyak goreng dan keperluan dapur lainnya kepada keluarga korban yang mendapat musibah angin puting beliung. Selain itu, kami juga sudah menyiapkan selimut, dan juga pakaian kepada mereka yang rumahnya rusak parah,” tuturnya.   Terpisah, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Tanjungbalai Karimun Syamsul Bahri melalui Bagian Observer Pande Nyoman Parwasa menjelaskan, sepanjang pagi kemaring cuaca di Karimun sangat ekstrim yang ditandai dengan turunnya hujan lebat disertai petir dan angin kencang mulai pukul 09.30 WIB sampai pukul 11.00 WIB. “Memang sudah terjadi cuaca yang sangat ekstrim dengan curah hujan 103,5 melimeter, curah hujan seperti itu sudah dikategorikan sangat tinggi. Sementara, puting beliung tersebut datang dari arah barat daya menuju utara dengan kecepatan 35 knot atau sekitar 70 kilometer per jam,” ungkap Pande.

Dijelaskan, angin puting beliung tersebut terjadi karena adanya awan CB atau awan cumulonimbus. Proses itu terjadi, karena suhu udara yang sangat rendah, perbedaan suhu udara luar cukup tinggi hingga 90 persen, sehingga memicu awan cumulonimbus dan terjadinya angin puting beliung. Angin tersebut tidak dapat diprediksi kapan datang dan kemana arahnya.   “Kami belum memiliki alat berupa radar untuk mendeteksi datangnya angin puting beliung tersebut. Kami cuma tahunya angin itu datang dari arah barat daya menuju utara. Beberapa waktu terakhir ini, angin tersebut sudah tiga kali menghantam Karimun ini. Namun, dimana lokasi pastinya kami tak bisa deteksi,” jelasnya. (srdnb)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker