ABK Pengangkut Sampah Menuntut THR

13439104_518188958367150_6972050504073955343_n (1)infonusantara.co.id, Batam –  Ratusan anak buah kenderaan (ABK) pengangkut sampah Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Batam, melakukan aksi demo menuntut Tunjangan Hari Raya (THR) di kantor Pemko Batam, pada hari Kamis, (30/6) . Menurut sumber Info Nusantara, menyebutkan tuntutan para ABK supir itu sangat wajar saja melancarkan aksi demo. Memang saat ini berbagai kebutuhan yang sangat mendesak dalam perayaan hari raya Idul Fitri. “Sementara itu, perusahaan swasta di Batam, telah mencairkan dana THR terhadap karyawannya. Tentu sesuatu yang mengherankan, ratusan tenaga honorer lepas DKP pemko Batam belum menerima dana THR. Pada hal tahun sebelumnya mereka rutin menerima THR,”katanya.

Gara-gara gaji ke-13 sebagai uang THR belum juga dibayarkan, ratusan petugas kebersihan dari Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Batam menyerbu Kantor Wali Kota. Mereka meminta Walikota Batam segera mengambil kebijakan untuk membayarkan tunjangan tersebut.

Ratusan petugas kebersihan ini secara bergelombang datang sejak pukul 9.00 WIB di Kantor Walikota Batam Centre dengan menaiki mobil pickup dan truk sampah bertuliskan Dinas Kebersihan Kota Batam. Petugas kebersihan yang dikenal dengan sebutan Pasukan Baju Orange ini memarkir kendaraannya disepanjang jalan di depan Walikota.

Truk-truk berisi sampah itu mereka parkir berjejer dari jalan depan Masjid Raya hingga kantor Walikota Batam. Aroma sampah yang mereka bawa sangat menyengat sehingga banyak pengendara yang lewat tutup hidung.

Menurut salah seorang petugas kebersihan yang berhasil diwawancarai Infonusantara, Jika Walikota Batam tidak bisa memberi kepastian kapan THR mereka dibayarkan maka mereka mengancam akan mogok kerja. Bahkan mereka juga mengancam akan membuang sampah-sampah yang ada ditruk di halaman kantor walikota.

“Kami minta pak Rudi menjawab permintaan kami. Hanya uang itu yang kami harapkan untuk kebutuhan lebaran ini. Bagaimana kami mau Lebaran. Tolonglah mengerti kesusahan kami petugas sampah ini,” ujar ibu paruh baya, petugas kebersihan yang mengaku bertugas membersihkan jalan di sepanjang Bengkong, Kamis (30/6).

Meski telah hampir tiga jam menggelar aksi, tepatnya hingga pukul 12.00 WIB, belum ada jawaban dari Walikota Batam tentang tuntutan mereka. Petugas kebersihan sabar menunggu perwakilan mereka yang tengah melakukan pertemuan dengan walikota Batam. (Dusi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *