Daerah

ADA GELPER DI SEBELAH SEKOLAH

ARENA Gelper, Yusril Koto dan Walikota Batam Muhammad Rudi
ARENA Gelper, Yusril Koto dan Walikota Batam Muhammad Rudi

infonusantara.co.id, BATAM – Beberapa hari terakhir, Yusril Koto menulis status di sejumlah Grup Publik, serta dinding laman Facebook-nya. Facebooker aktif itu menulis status kritikan tentang kebijakan Walikota Batam Muhammad Rudi. Menurut Yusril, Walikota Rudi berprestasi. Tapi prestasi bukan dalam segi positif, melainkan negatif. Yaitu : berdiri judi berkedok arena Gelanggang Permainan (Gelper).

Yang membuat prestasi, Gelper berdiri, di sebuah ruko dua lantai, tiga pintu hanya beberapa meter, atau bersebelahan dinding salah satu SD dan SMP, milik yayasan pendidikan swasta di Kelurahan Belian, Kecamatan Batam Kota. Disinyalir, tulis Yusril, “Penerbiatan izin pendirian arena Gelper itu sarat kongkalikong, serta tanpa kajian teknis dan lingkungan.”

Padahal, tulisnya lagi, perilaku pelajar sangat berpengaruh pada lingkungan. Karena lingkungan, salah satu tempat sosialisasi bagi mereka. Meskipun tidak semua pelajar, tergantung respon mereka. “Saya ingin bertanya, benarkah arena Gelper menjadi salah satu program Walikota Rudi,” tulisnya. “Menciptakan masyarakat Madani, yakni masyarakat menjunjung tinggi norma, nilai-nilai dan hukum yang ditopang penguasaan teknologi beradab, iman dan ilmu?”

Diruang komentar dinding lamannya, Yusril kembali menulis, Jumat 2 Desember 2016. Sekitar setahun lalu, tulisnya, dibuka arena judi berbau Gelper di Taman Raya Square (TARAS) Batam Kota. Sehari dibuka ia sebagai masyarakat punya hak kontrol sosial, mendatangi dan minta pengelola menjelaskan legalitas Gelper-nya. Ternyata pihak pengelola menunjukan izin lokasi lain bukan izin lokasi itu.

Yusril pun berkoordinasi dengan BPM-PTSP Batam -berwenang urus izin Gelper- langsung inspeksi mendadak, dan malam itu juga ditutup. Sekitar tiga bulan tutup dan selama itu pula pihak pengelola Gelper mengurus izin-nya. Informasi Yusril terima, pengelola Gelper harus mengeluarkan 100 ikat, untuk mengurus izinnya (belum dikonfirmasi arti 100 ikat kepada Yusril-red). Setelah mendapat izin mereka buka kembali.

Namun dalam perkembangan, Yusril menilai BPM-PTSP Batam tidak mengawasi, karena terus bertambah unit mesin Gelper-nya. Mungkin karena gerah, pihak pengelola memindahkan lokasi Gelper-nya, dibelakang TARAS, persis disebelah SD dan SMP Sultan Agung.

Dengan pindah lokasi, jelas RT dan RW-nya, berbeda. Pihak pengelola Gelper harus membuat surat domisili baru. Yang paling pasti, tegas Yusril, “Dalam foto, ruko warna kuning disebelah arena Gelper itu tadinya merupakan gedung sekolah. Sekarang sekolahnya pindah, persis dibelakang arena Gelper.”

Dengan status Yusril di Grup Publik, serta dilaman komentarnya, SD dan SMP di sebelah Gelper yang diragukan izin lokasi, karena pindah itu, yaitu : SD dan SMP Sultan Agung. Sementara, hingga berita terpublikasi, Walikota Batam Muhammad Rudi, belum dikonfirmasi. Begitu juga BPM-PTSP Batam. (*andi surya)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker