AGENDA PADAT, BUPATI SAFARI RAMADHAN KE PULAU TIGA

1497547970-picsay

infonusantara.co.id, NATUNA – Agenda cukup padat terjadwal, namun Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal tetap menyempatkan diri Safari Ramadhan ke Masjid Al-Bayan, Balai, Desa Sabang Mawang, Pulau Tiga, Rabu 14 Juni 2017. Agenda padat terjadwal, karena sehari sebelumnya, Hamid menyambut, serta silahturahmi dengan dua puluhan turis mancanegara di Pantai Teluk Selahang, atau Pantai Tanjung, Bunguran Timur Laut.

Para turis asal Australia dan Eropa itu berkunjung menggunakan belasan Yacht, atau kapal layar mewah, atas program kerja Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Natuna. Program kerja bertema: Wisata Bahari 2017 itu, melaksanakan Rally Kapal Wisata (Yacht) Sail Anambas to Natuna, atau berlayar dari Anambas ke Natuna. Jumlah turis hadir, 22 orang, berasal dari Australia dan Eropa. Mereka membawa 11 kapal layar mewah, berlabuh di laut Pantai Selahang, sejak beberapa hari lalu.

Dengan kehadiran turis mancanegara itu, dilaksanakan Atraksi Kesenian, sambil buka puasa bersama. Rupanya, Hamid bagi tugas, pembukaan Atraksi Kesenian, dengan suguhan tarian tradisional, pencak silat, permainan angklung, alu dan pembagian cendermata, dibuka Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprapti. Hamid beserta rombongan, antara lain, Sekretaris Daerah Natuna Wan Siswandi, Safari Ramadhan ke Masjid Al-Bayan, Desa Sabang Mawang, Balai, Pulau Tiga.

Pulau Tiga, sebuah kecamatan kepulauan. Antara satu desa, ke desa lain, terpisah lautan. Pulau itu pun, dipisah lautan dari Kota Ranai, ibukota Kabupaten Natuna. Jaraknya cukup jauh. Jika seseorang ingin berkunjung, harus naik transportasi darat ke Pelabuhan Selat Lampa, sekitar 90 kilometer dari ibukota kabupaten. Setiba di Balai, menggunakan Kapal Natuna Bahari, Hamid beserta rombongan langsung menuju ke rumah Kepala Desa Sabang Mawang Hambali. Untuk melaksanakan buka puasa bersama, seraya Sholat Magrib berjamaah. Usai buka puasa dan Sholat Magrib, rombongan bergegas ke Masjid Al Bayan, untuk Sholat Isya’ dan Tarawih.

Selanjutnya diisi pengajian, pembagian zakat mal, santunan anak yatim dan pemberian uang pembinaan bagi para Khafilah Muhibah Pulau Tiga dan Pulau Tiga Barat. Hamid, dalam sambutan, sangat apresiasi kepada seluruh masyarakat Pulau Tiga dan Pulau Tiga Barat, yang masih mempertahankan budaya Muhibah setiap Ramadhan. “Budaya Muhibah, sangat bagus,” kata Hamid. “Kita harus pertahankan hingga anak cucu.”

Hamid juga menyampaikan kebijakan Presiden Jokowi, memprioritaskan pembangunan dari daerah perbatasan, seperti Natuna, baik infrastruktur sarana dan prasarana, termasuk listrik. “Target pemerintah pusat, melalui Kementerian ESDM, pada 2019, semua pulau di Indonesia terang benderang 24 jam,” jelas Hamid.

Karena instruksi itu, Hamid segera mengajukan tiga daerah di Natuna, dibangun PLN, diantaranya, Kecamatan Pulau Laut, Subi dan Pulau Tiga. “Alhamdulilah mulai dibangun,” katanya. “Mudah-mudahan tidak ada kendala.” Rupanya, Hamid mengusul bukan hanya persoalan penerangan, juga pembangunan infrastruktur lain. “Saya usul anggaran pembangunan infrastruktur hampir Rp11,5 trilyun,” terangnya. “Jadi saya minta masyarakat berdoa, agar usulan di terima sesuai harapan.”

Camat Pulau Tiga Abdul Karim, mengucapkan terimakasih kepada Hamid beserta rombongan, karena menyempatkan diri hadir dalam kegiatan Muhibah Ramadhan Pulau Tiga. Menurut Karim, kegiatan Muhibah Ramadhan sudah berjalan sejak 1973. Kala itu Pulau Tiga masih 1 Desa. Kini, meski menjadi 10 desa dan 2 kecamatan, namun budaya ini tetap bertahan. “Kegiatan Muhibah ini, turun temurun,” katanya. “Maka terus dipertahankan masyarakat.”

Kades Sabang Mawang Hambali menceritakan sejarah tercipta kegiatan Muhibah. Awalnya, kata Hambali, nenek moyang masyarakat Pulau Tiga, setiap Ramadhan, berkunjung dari satu pulau ke pulau lain. Dalam kunjungan, mereka menggunakan jongkong alias sampan kecil, dengan jumlah sekitar 5 orang, sebagai perwakilan. Tahun terus bergulir, mordernisasi tidak bisa dielak, jongkong berganti pompong (perahu motor), dengan jumlah orang lebih banyak. “Muhibah,  artinya kasih sayang,” kata Hambali. Sementara, hari mulai larut malam. Safari Ramadhan, Hamid beserta rombongan putuskan segera pulang ke Kota Ranai. Menggunakan Kapal Natuna Bahari, mereka kembali ke Pelabuhan Selat lampa. (*andi surya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *