AKBP NUGROHO, KAPOLRES PERBATASAN

KAPOLRES Natuna AKBP Nugroho berfoto bersama pewarta Natuna

infonusantara.co.id, NATUNA – Ajun Komisaris Besar Polisi Nugroho Dwi Karyanto, Kepala Kepolisian Resor Natuna. Perwira melati dua itu menjabat sebagai orang nomor satu penjaga keamanan dan  ketertiban masyarakat kabupaten kepulauan perbatasan di tengah negara Asean ini, menggantikan AKBP Charles Panuju Sinaga.

Pisah sambut kepimpinan diselenggarakan di Markas Polres Natuna, Jalan Adam Malik, Ranai, Senin 4 Desember kemarin. “Setelah menjabat sebagai Kapolres Natuna,” kata AKBP Nugroho saat mengundang pewarta Natuna di ruang rapat Mapolres Natuna, Selasa siang 5 Desember 2017. “Maka saya ingin mengenal akrab dengan rekan-rekan media.”

Akademi Kepolisian 1999 itu tidak menyangka, daerah perbatasan, jumlah awak media bertugas mencapai dua puluhan. Jumlahnya tidak kalah dengan awak media di Kota Batam. “Saya sangka rekan-rekan media Natuna, hanya belasan,” terangnya. “Nyatanya, ramai,” katanya lagi, sambil melirik Wakapolres Natuna Komisaris Polisi Renan, duduk disampingnya.

Tampak juga dalam pertemuan, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Natuna Ajun Komisaris Polisi Edy Wiyanto, Kasat Narkoba Polres Natuna AKP Ramlan Chalid, Kepala Kepolisian Sektor Bunguran Timur Kompol M. Sibarani dan Perwira Menengah Polres Natuna lainnya.

Sementara, AKBP Nugroho ingin kenal dekat awak media, agar dalam menjalankan tugas bersama jajarannya bisa bersinergi, demi pembangunan Natuna kedepan. “Media massa, baik cetak maupun elektronik, salah satu sarana penting penyampai informasi tentang pergerakan roda pembangunan suatu daerah,” katanya. “Jadi, media massa sangat diperlukan, sesuai perkembangan zaman.”

Mantan prajurit Brigadir Mobil (Brimob), pernah bertugas di daerah konflik, seperti: Aceh dan Poso itu, berharap awak media tidak sungkan-sungkan memberi informasi kejajarannya, terutama persoalan Kamtibmas. Sebab, daerah perbatasan, harus terus terjaga kondusifitasnya. “Sekecil apa pun informasi, itu sangat diperlukan, demi kepentingan masyarakat, khusus masyarakat Natuna,” ungkapnya.

Satu persatu pewarta Natuna, memperkenalkan nama dan medianya. Tidak lupa, Piliang, wartawan Natuna Pos, meminta profil atau biodata AKBP Nugroho selama bertugas di Kepolisian. “Ketika pisah sambut kemarin, saya sudah memperkenalkan jati diri, selama menjadi anggota Kepolisian,” kata AKBP Nugroho. “Mungkin ada sebagian rekan media tidak hadir, baik saya sampaikan ringkasannya.”

AKBP Nugroho menceritakan, ia lulusan Akpol 99. Ketika lulus, ia bersama alumninya dilantik langsung Presiden RI ke 4, Abdurahman Wahid, biasa di sapa Gusdur. Setelah dilantik, AKBP Nugroho ditugaskan di Satbrimob Polda Kalimantan Timur. Lalu, di BKO ke daerah rawan konflik, Aceh dan Poso. Seusai BKO, kembali bertugas di Polda Kaltim pada 2005. Kemudian diberi kepercayaan atasan, untuk sekolah PTIK pada 2005 – 2006. Tamat PTIK, ditugaskan di Polda Sulawesi Tengah.

Di kala Kepala Kepolisian Republik Indonesia di jabat Jenderal (Pol) Badruddin Haiti, AKBP Nugroho mendapat kepercayaan pindah tugas di Kepolisian Umum, sebagai Kepala Satuan Lalu Lintas Polda Sulteng. “Apapun perintah pimpinan saya laksanakan,” katanya. “Padahal dari Satbrimob ke Satlantas, suatu hal baru bagi saya, dengan besic prajurit Brimob.”

Rupanya, selama bertugas, AKBP Nugroho mendapat kepercayaan pimpinan, agar melanjutkan Sespim pada 2015. Lulus Sespim, ia mendapat tugas di Polda Kepulauan Riau. Dari Polda Kepri, kembali pindah tugas sebagai Kapolres Natuna pada tahun ini. “Anak saya dua orang, tinggal di Batam,” katanya. “Istri saya, anggota Kepolisian, tugas di Polda Kepri, pangkat Kompol.”

Hardinansyah Pale, wartawan Tanjungpinang Pos mempertanyakan, target 100 hari kerja akan di capai AKBP Nugroho, sebagai Kapolres Natuna? Menurut AKBP Nugroho, selama diberi amanah sebagai Kapolres Natuna, ia akan berusaha terbaik, bagi Natuna kedepan.

Program kerja Kapolres terdahulu, yaitu: AKBP Charles, seperti Polisi G Kampong, Panic Button akan terus dilaksanakan. “Terus terang, saya bukan mengganti, melainkan meneruskan program kerja Pak Charles,” ujar AKBP Nugroho. “Yang paling utama, ia akan berkoordinasi terlebih dahulu, ke pemimpin TNI di Natuna.”

Karena, kata AKBP Nugroho, koordinasi antar lintas institusi di kabupaten kepulauan ini, sangat penting, demi tegaknya Kamtibmas di Natuna. “Di mana pun bertugas, kita perlu bersinergi lintas institusi,” ungkapnya. “Apalagi di daerah perbatasan, terutama Laut China Selatan atau Laut Natuna Utara, harus sama-sama kita jaga kondusifitasnya.”

Bincang – bincang terus berlanjut dengan suguhan kopi hangat, serta cemilan ringan. Inti perbincangan antara AKBP Nugroho bersama pewarta Natuna, bagaimana menjaga kondusifitas Kamtibmas di daerah perbatasan, antar satu pulau ke pulau lain, terpisah lautan lepas. “Kita ingin Natuna selalu kondusif,” tegasnya lagi. “Ketika daerah kondusif, maka pergerakan pembangunan akan berjalan sesuai cita-cita pemimpin Indonesia.” (*andi surya)