Dunia

AS Larang Warganya Bepergian ke Korut

Amerika Serikatinfonusantara.co.id, Amerika Serikat – Semenjak Korea Utara menguji coba serangan rudal berujung nuklir yang ditujukkan ke Amerika Serikat, hubungan kedua negara ini semakin memanas. Dikutip dari Reuters, Amerika Serikat secara resmi memberlakukan larangan perjalanan bagi warganya ke Korea Utara. Larangan ini akan diberlakukan mulai 1 September 2017.

Kebijakan Departemen Luar Negeri Amerika Serikat yang dinyatakan pada hari Rabu, 2 Agustus 2017 waktu setempat, memerintahkan warga Amerika yang saat ini ada di Korea Utara  untuk meninggalkannya sebelum tanggal 1 September.

Pemerintah Amerika Serikat telah berencana sejak bulan lalu untuk mengeluarkan kebijakan ini menimbang risiko “penahanan jangka panjang” di sana. Larangan tersebut  mulai tercetus saat ketegangan meningkat antara Amerika Serikat dan Korea Utara yang mencoba mengembangkan rudal nuklir untuk menghancurkan Amerika Serikat.

Setelah kebijakan ini diberlakukan, Korea Utara akan menjadi satu-satunya negara yang dilarang dikunjungi bagi warga Amerika.

New York Times memberitakan, salah satu alasan atas penetapan kebijakan ini adalah kematian Otto Warmbier pada bulan Juni lalu. Ia mahasiswa berusia 22 tahun asal Ohio yang tahun lalu dijatuhi hukuman kerja paksa selama 15 tahun di Korea Utara.

Ia dipulangkan ke Amerika Serikat dalam keadaan koma dan meninggal satu minggu kemudian. Warmbier ditangkap karena mencoba meninggalkan Korea Utara dan pulang ke orangtuanya.

Korea Utara mengatakan, melalui media negaranya bahwa kematian Warmbier adalah “sebuah misteri”.  Pihaknya menampik tuduhan bahwa dia meninggal akibat penyiksaan dan pemukulan di pusat.

Jurnalis dan misi kemanusiaan

Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengumumkan secara resmi bahwa paspor Amerika Serikat tidak valid untuk bepergian menuju, dalam, atau melalui Korea Utara. Larangan tersebut diberlakukan 30 hari dari pengumuman, dan berlaku untuk satu tahun kecuali diperpanjang atau dicabut oleh menteri luar negeri.

“Orang-orang yang saat ini berada di Korea Utara dengan paspor Amerika Serikat harus meninggalkan Korea Utara sebelum larangan akan mulai berlaku pada hari Jumat, 1 September 2017,” kata salah seorang pegawai departemen luar negeri.

Menurut New Zealand Herald, pemerintah membuat pengecualian bagi reporter dan para jurnalis. Selain itu juga anggota Palang Merah Internasional atau Palang Merah Amerika yang melakukan perjalanan misi resmi untuk hal-hal kemanusiaan yang mendesak. Mereka yang mengajukan izin perjalanan atas dasar kepentingan nasional juga dikecualikan. Orang-orang tersebut mungkin akan dipertimbangkan untuk bisa melakukan perjalanan ke negara tersebut.

Menurut Reuters, Korea Utara saat ini menahan dua orang akademisi Korea-Amerika dan seorang misionaris. Selain itu juga seorang pastor asal Kanada dan tiga warga Korea Selatan yang sedang melakukan pekerjaan misionaris. Jepang mengatakan KoreaUtara juga telah menahan setidaknya beberapa lusin warga negaranya. (AF)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker