Antisipasi Narkoba, Natuna Perlu BNNK

ARIFIN (tengah) bersama rekan-rekannya, Pemuda Pancasila Batam

infonusantara.co.id, NATUNA – Tokoh Pemuda Natuna Arifin memaparkan, demi antisipasi peredaran narkoba, Natuna perlu berdiri Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK). Narkoba, atau Narkotika, psikotropika dan obat-obat adiktif berbahaya, salah satu mesin perusak ampuh, bagi rakyat Indonesia, khususnya Natuna, terutama generasi penerus pergerakan pembangunan kabupaten di tengah negara Asean ini.

“Jangan di anggap enteng, narkoba sangat berbahaya. Saya sangat setuju saran Bapak Kapolres ( AKBP Charles Panuju Sinaga-red). Kabupaten ini harus segera berdiri BNNK, seperti kabupaten atau kota lain, di Indonesia,” ungkapnya di Kedai Bandrek di Kota Ranai, Natuna, Sabtu malam 30 Oktober 2017.

Jadi, kata Arifin, tidak ada alasan Pemerintah Kabupaten Natuna tidak berniat membentuk badan anti narkoba itu. “Lima belas tahun, Natuna menjadi kabupaten, kenapa BNNK, dulu bernama BNK tidak pernah dibentuk. Apa pemerintah kabupaten ini, tidak sayang pada masyarakat, terutama generasi muda,” tegas Ketua Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Natuna itu.

Diam-diam, Arifin terus memantau perkembangan peredaran narkoba di Natuna, salah satu, membaca  berbagai media massa. Hasilnya, peredaran narkoba di kabupaten ini, cukup meresahkan. Penangkapan pengguna dan bandar terus di lakukan Satuan Narkoba Polres Natuna.

Bertanda, Natuna masuk dalam rawan narkoba. “Geografis kabupaten ini kepulauan di perbatasan negara Asean, sangat strategis sebagai tempat transit berbagai barang illegal, termasuk narkoba. Sedangkan fasilitas operasional Satuan Narkoba dan Satuan Polisi Perairan Polres Natuna sangat minim. Sehingga Natuna, sangat rentan masuknya barang-barang illegal,” katanya.

Kapolres Natuna AKBP Charles Panuju Sinaga, edisi lalu, menyarankan Natuna segera di bentuk BNNK. Karena terbentuk Badan itu, pengguna narkoba bisa di rehabilitasi. “Selama ini kita terpaksa pidana semua pengguna, khusus pengguna pemula, dari anak-anak maupun dewasa, padahal mereka korban atas jeratan bandar narkoba,” katanya lagi, usai konferensi pers atas tiga kasus sedang ditangani penyidiknya, yaitu: kasus penyalahgunaan narkoba, kasus Operasi Tangkap Tangan Kades Tanjung dan kasus pencabulan anak dibawah umur, Jumat pagi 15 September 2017.

Namun, menurut AKBP Charles, sebelum tersangka narkoba di rehabilitasi, harus melalui Tim Asesmen Terpadu akan dibentuk nanti. “Kita beri izin pengobatan, perawatan dan pemulihan pecandu narkoba,” terangnya. “Tidak hanya di rehabilitasi secara medis, kita akan rehabilitasi secara sosial.”

Dengan terbentuk BNNK, AKBP Charles mengutamakan melakukan pencegahan. Caranya, sosialisasi ke tengah masyarakat, khusus sekolah-sekolah. Sebab, terkadang generasi muda kurang memahami, atau ikut-ikutan, sehingga mereka terjerat penyalahgunaan narkoba. “Antisipasi sedini mungkin, jalan terbaik menyetop perkembangan narkoba. Bandar narkoba tidak akan berani masuk Natuna, ketika tidak ada pembelinya,” pungkas AKBP Charles. (*andi surya)