Breaking NEWS
22 September 2018

Astaga Naga, Jalan Umum di Bangun Jadi Parit

BATU miring Jalan Katif Hasyim

infonusantara.co.id, NATUNA – Kebijakan unik, ketika Jalan Katif Hasyim, Kelurahan Ranai Darat, Kecamatan Bunguran Timur, Natuna, di bangun seolah-olah menjadi parit pembuangan air selokan. Analisa itu terbantah, ketika sejumlah awak media melihat plang proyek, Kamis 13 September 2018, bahwa bangunan itu, rupanya batu miring.

Karena di plang tertulis, proyek berasal dari Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Program: Penataan Bangunan dan Lingkungan. Kegiatan: Penyediaan Penyelenggaraan PSU Permukiman Kawasan Kumuh Perkotaan.

Pekerjaan: Pembangunan Batu Miring, Jalan Katif Hasyim, RT 004, RW 001, Kelurahan Ranai Darat, Kecamatan Bunguran Timur. Nomor Kontrak: 29/24.01/SPK/FSK-PL/DPKP-CK/APBD/VIII/2018. Nilai Kontrak: Rp170.795.000.

Masa Pelaksanaan: 30 Hari Kalender. Kontraktor CV Air Bunga. Konsultan: Nihil alias, tak tertulis nama perusahaan. Di duga pembangunan proyek fisik, menurut kabar beredar, dana aspirasi salah seorang oknum anggota DPRD Kepri itu, di nilai tak memerlukan jasa konsultan.

Celakanya keunikan lain, di lansir dari harianmetropolitan.co.id, proyek pembangunan batu miring itu, mendapat kritikan pedas warga sekitar jalan. Salah satu tokoh masyarakat setempat, tak ingin di sebut jati dirinya, mengatakan, proyek baru miring Jalan Katif Hasyim tak jelas.

Sebab, peruntukan proyek tak berdampak bagi masyarakat, alias mubazir. Pasalnya, pembangunan batu miring, berada di daerah tanah datar, serta tak pernah diusul di Musrenbangcam. “Yang kami perlukan, drainase atau semenisasi jalan, bukan batu miring,” katanya.

Anehnya, pria paruh baya itu melihat, di gambar perencanaan, kedalaman pondasi 40 cm. Namun kontraktor menggali 10- 20 cm. Ironisnya, meski di tegur warga, kontraktor tak menghiraukan. Perilaku ini menunjukkan, kontraktor “kebal hukum.”

Sedangkan konsultan pengawas, tak pernah datang ke lokasi. Kemungkinan faktor ini, membuat kontraktor merasa di atas angin. Isu beredar, proyek berasal dari dana aspirasi salah seorang oknum anggota DPRD Kepri.

Sementara hingga berita terpublikasi, Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Provinsi Kepri dan oknum anggota DPRD Kepri, belum dikonfirmasi. Yang tetap membanggakan pada plang pekerjaan, tertulis, proyek ini terlaksana berkat dana di himpun dari pajak Anda bayar. (*andi surya)