Berlangsung Khitmad Pemberkatan Putera Pemimpin Umum SKU Info Nusantara

infonusantara.co.id, Batam – Pernikahan putera Pemimpin Umum SKU Info Nusantara Andreas Michael Simanungkalit dengan Trisna Gea, puteri dari Tehesokhi Gea dan ibu Yuliana Fau, dilangsungkan di Gereja Tuhan Di Indonesia (GTDI) Jemaat Bahtera Misi Bengkong Laut Sabtu (3/2) 2018. Pemberkatan diawali dengan prosesi sungkeman oleh kedua mempelai kepada kedua Orangtua, baik kepada kedua orangtua mempelai pria maupun wanita dilaksanakan di kediaman Gembala Sidang Pendeta DR P Zebua MA,IE, MTh Sei Jodoh Batam pagi sekira pukul 10.00. Sungkeman dimulai dari mempelai pria Andreas Michael Simanungkalit dengan bersimpuh dipangkuan kedua orangtuanya yaitu bapak Dungo Simanungkalit dan Ibu Rukun Brahmana yang diikuti mempelai wanita Trisna Gea. Selanjutnya sungkeman dilanjutkan kepada kedua orangtua mempelai wanita yang dimulai meempelai wanita Trisna Gea kepada bapak Tehesokhi Gea dan Inu Yuliana Fau yang diikuti oleh Andreas Michael Simanungkalit.
Usai sungkeman dan doa, kemudian berangkat ke gereja GTDI untuk pelaksanaan pemberkatan.

Sebelum acara pemberkatan, dilakukan Ibadah maupun nasehat-nasehat dan tata cara pernikahan kristiani dari Gembala Sidang GTDI Pendeta DR P Zebua. Dalam khotbah yang disampaikan Pdt Zebua yang diambil dari Mazmur 37, 23-26. Salat satu ayat yang dikutip paling bernas ayat 25 dan 26 Pdt Zebua mengutip : ” Dahulu aku muda, sekarang telah menjadi tua, tetapi tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan atau anak cucunya meminta-minta roti.

tiap hari ini menaruh belas kasihan dan memberi pinjaman, dan anak cucunya menjadi berkat. Pendeta DR P Zebua dalam kesempatan itu menekankan, bahwa Pemazmur dalam hal ini Raja Daud mengakui, bahwa dahulu memang muda dan kini sudah tua.

Namun suatu keyakinanya, karena hidupnya berkenan di hadapan Tuhan, maka anak cucunya menjadi berkat bagi sesama.
Maka demikian juga hidup kita, kata Pdt Zebua, jika hidup kita berkenan di hadapan Tuhan melalui perbuatan kita sehari-hari maka apapun pergumulan hidup kita, Tuhan akan campur tangan untuk menyelesaikannya dan bahkan menjadi berkat bagi sesama.

Demikian juga tentang pernikahan yang dilangsungkan saat ini antara Andreas dan Trisna, Pdt Zebua menekankan untuk selalu mengandalkan Tuhan dalam mengarungi bahtera rumah tangga. Apapun yang terjadi baik suka maupun duka, senantiasa berlandaskan kasih setia yang diajarkan Tuhan. Bahkan nantinya keturunannya seperti yang dinyatakan pemazmur Raja Daud menjadi berkat bagi sesama.

Pdt Zebua juga menekankan, bahwa pernikahan bagi umat kristiani hanya dikenal satu kali dan tidak boleh diceraikan dan berpisah selain hanya berpisah karena kematian seraya mengutip Matius 19:6 Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.
Setelah menyampaikan tentang tata cara pernikahan kristiani dan khotbah, kemudian kedua mempelai yaitu Andreas Michael Simanungaklit dan Trisna Gea mengucapkan janji sesia yang dipandu Pdt Zebua dan selanjutnya kedua tangan mereka disatukan yang menandakan hidup saling mengasihi berlandaskan kasih setia yang diajarkan Tuhan Yesus.

Topangan tangan Pdt Zebua yang mempersatukan kedua mempelai menandakan sahnya pernikahan Andreas Michael Simanungkalit dengan Trisna Gea.

Usai pemberkatan dilanjutkan dengan kata sambutan, baik dari keluarga mempelai pria maupun dari keluarga mempelai wanita. Acara selanjutnya kemudian resepsi di kompleks gereja GTDI dan disusul acara adat Nias.
Turut hadir dalam acara resepsi, beberapa pejabat pemerintah, seperti Kepala Dinas UKM dan Koperasi Pemko Batam Drs Suleman Nababan, Kepala Dinas tenaga kerja dan Transmigrasi provinsi Kepri Tagor Napitupulu SE. Juga terlihat Ketua DPRD Provinsi Kepri Jumaga Nadeak SH. Ketua SPS Kepri yang juga Direktur Utama Batampos Group Margana Nainggolan dan beberapa pejabat lainnya dan ratusan undangan, baik dari kota Batam maupun Tanjungpinang.

Acara adat Nias, juga diselangselingi hiburan dan menampilkan sejumlah lantunan lagu, baik lagu Nias maupun lagu batak dan lagu pop Indonesia.

Tak ketinggalan juga tari tradisional dari pulau Nias atau tari Maina yang dibawakan massal baik dari warga Nias sendiri maupun para undangan.

Resepsi pernikahan maupun acara adat berlangsung sampai pukul 18.00 sore. (red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *