Beton Keropos Pencegahan dan Penanggulangannya (1)

Oleh Andre Sahat tua Sirait ST. MT

Dalam konstruksi, beton adalah sebuah bahan bangunan campuran (komposit) yang terbuat dari komposisi agregat (kerikil dan pasir), pengikat semen dan zat adiktif (sesuai kebutuhan). Pada saat pelaksanaanya memerlukan perhatian khusus karena sifat campuran beton yang sangat dipengaruhi oleh bahan, pencampuran, suhu, pengecoran, workform (bekisting) dan perawatan (curring).

Salah satu permasalahan yang sering dijumpai pada saat proses pengecoran adalah beton keropos., penyebab umum terjadinya adalah kurang sempurnanya proses pemadatan saat pengecoran dan posisi besi yang rapat pada saat perakitan. Hal ini sering dijumpai pada pekerjaan bangunan yang kompleks seperti kolom yang besar-bervariatif dan banyak penyebab lainnya. Akibatnya akan menurunkan kualitas kekuatan struktur, terpaparnya tulangan beton yang mengakibatkan menurunya keawetan (durabilitas) struktur itu sendiri. Hal ini harus dicegah apabila telah terjadi harus diperbaiki untuk terpenuhinya umur rencana bangunan.

Pada tulisan ini, penulis hanya membahas pencegahan beton keropos yang disebabkan oleh rapatnya tulangan pada struktur bangunan. Kerapatan tulangan pada suatu struktur direncanakan untuk keperluan tertentu namun hal ini menyulitkan pada saat pelaksanaan seperti susah masuknya beton ke formwork dan pemadatan beton yang tidak sempurna akibat ruang terbatas vibrator internal. Disini diperlukan ketelitian pelaksana dalam mengantisipasi kerusakan beton tersebut. Salah satu hal yang dan dapat dilakukan adalah mengubah workability beton dengan nilai slump yang tinggi, hal ini memudahkan beton untuk mengisi keruang yang dianggap sulit dijangkau oleh beton yang memiliki nilai slump rendah. Namun perlu diperhatikan menaikkan nilai slump hanya boleh dilakukan dengan menambah zat adiktif seperti retarder sehingga perbandingan semen-air (water content) beton tetap terjaga. Tinggi jatuh pengecoran juga perlu mendapat perhatian, sesuai dengan spesifikasi Binamarga Revisi 3, tinggi jatuh maksimal beton adalah 1,5 m  untuk mencegah proses segregasi. Penggunaan external vibrator juga sangat membantu proses pemadatan beton sebagai alat tambahan agar pemadatan beton dilakkukan secara sempurna.

Selain tindakan pencegahan seperti diatas di lain kesempatan penulis akan menuliskan tindakan perbaikan terhadap beton keropos sehingga umur rencana beton dan keawetannya dapat terjaga sesuai dengan yang direncanakan.