Breaking NEWS
21 January 2019

BNNP Kepri Sosialisasi P4GN di Yonkomposit Perbatasan

SAMBUTAN Danyon Komposit I/Gardapati Natuna

infonusantara.co.id, NATUNA – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepulauan Riau melaksanakan sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di Batalyon Komposit I/Gardapati Natuna, Kamis 29 November 2019 siang. Sosialisasi di Gedung Serbaguna markas Yonkomposit kabupaten kepulauan perbatasan di tengah negara Asean ini, dihadiri ratusan prajurit.

Komandan Yonkomposit I/Gardapati Natuna Letkol (Inf) Ahmad Daud Harahap dalam sambutan mengucapkan ribuan terimakasih atas kunjungan BNNP Kepri ke markasnya. Apalagi kunjungan ini membawa misi sosialisasi P4GN bagi para prajurit Yonkomposit I/Gardapati Natuna.

“Saya minta pada para prajurit, agar mendengar seksama sosialisasi bahaya penyalahgunaan narkoba,” kata perwira melati dua itu. “Sebab penyalahgunaan narkoba, sangat merugikan bukan hanya pada diri sendiri, juga pada keluarga serta negara.”

PENERANGAN Kabid Pencegahan dan Pemberdayaan BNNP Kepri

Tak lupa, Ahmad Daud mengingatkan bagi prajurit Yonkomposit I/Gardapati Natuna, agar menghindari penyalahgunaan narkoba. Karena penyalahgunaan narkoba, hukuman sangat berat, terutama bagi prajurit TNI.

“Yang ketahuan mempergunakan atau mengedar, hukumnya penjara atau di pecat dari kedinasan,” tegasnya. “Saya minta prajurit Yonkomposit, jangan sekali-kali menyalahgunakan narkoba.”

Kabid Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNNP Kepri Nurlis dalam sosialisasi menerangkan akibat penyalahgunaan narkoba bagi kesehatan, dan hukum. Bagi kesehatan sangat merugikan pengguna. Hukum, jelas paling merugikan.

PARA prajurit Yonkomposit I/Gardapati Natuna

“Kita harus mencegah penyalahgunaan narkoba,” kata wanita paruh baya itu. “Narkoba tak akan pernah menguntungkan penggunanya.”

Di depan layar infocus, Nurlis menerangkan jenis-jenis narkoba. Jenis-jenis narkoba ini harus dihindari, terutama bagi generasi muda.

“Kepri, rawan narkoba. Mengingat sebagai daerah kepulauan,” terangnya. “Daerah kepulauan, lebih luas lautan dari daratan, sangat besar kemungkinan sebagai pintu masuk jaringan narkoba.”

Sosialisasi terus mengalir. Dalam acara, dilaksanakan tanya jawab tentang bahaya dan jenis narkoba. Penutup, dilakukan tes urine bagi seluruh prajurit Yankomposit I/Gardapati Natuna. (*andi surya)

IKLAN ANDA

Iklan Google