Buka Diklat Kompetensi, Bupati: Jangan Menyia-Nyiakan Kesempatan

 

ACEH TAMIANG, INFO – Bupati Aceh Tamiang Mursil membuka secara resmi diklat berbasis kompetensi Operator Mesin dan Peralatan Produksi Pabrik Sawit Angkatan IV. Acara berlangsung di aula Dinas Pertanian, Perkebunan, dan Peternakan Aceh Tamiang, Senin 7 Oktober 2019.

“Diklat berbasis kompetensi terselenggara dalam rangka pengentasan pengangguran, melalui pembangunan ketenagakerjaan. Diharap dengan diklat ini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi Aceh Tamiang kedepan,” sambutan Mursil.

Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang memfasilitasi pelatihan-pelatihan serupa demi memberikan perluasan kesempatan kerja kepada para pencari kerja, untuk memiliki keterampilan di bidang industri.

“Saya minta, para peserta diklat serius mengikutinya. Jangan menyia-nyiakan kesempatan. Di luar, bila ingin mengikuti diklat harus mengeluarkan biaya tidak sedikit. Jangan ada peserta sibuk ber-ponsel ketika waktu belajar. Kepada panitia, selama kegiatan berlangsung, tolong seluruh ponsel peserta dikumpul. Supaya mereka fokus dan serius,” tegasnya.

Era industri 4.0, menurut Mursil, mesti dioptimalkan para angkatan kerja di Aceh Tamiang. Harus memiliki kompetensi mumpuni, khusus bidang industri kelapa sawit. Karena pemerintah pusat memiliki target, supaya crude palm oil (CPO) kelapa sawit mampu menjadi subsitusi bahan bakar minyak jenis solar menjadi biodiesel murni.

“Hari ini biodiesel kita masih berkategori B30. Artinya, 30% kandungan BBM jenis solar adalah minyak kelapa sawit. Pemerintah kini tengah berupaya, dalam beberapa tahun ke depan, BBM jenis solar dapat digantikan 100% biodiesel, dan ini menjadi peluang baik bagi para alumni diklat,” ungkapnya.

Namun Mursil juga menyarankan, alumni diklat mesti menengok peluang kerja di daerah lain. sebab, kesempatan bekerja menjadi tenaga terampil pada industri kelapa sawit masih sangat terbuka.

“Para alumni silakan lihat, cari informasi dan peluang kerja seluas-luasnya di luar kabupaten. Kemampuan industri kelapa sawit kita di sini hanya mampu menampung 200 tenaga kerja. Ini menjadi peluang sekaligus tantangan bagi para alumni untuk membuktikan kalian memang tangguh dan kompeten,” pungkasnya.

Kepala Balai Diklat Industri Medan Indra Amin sebelumnya mengatakan, era revolusi industri 4.0 menyebabkan permintaan sumberdaya manusia kompeten dengan keahlian tertentu kian meningkat. Indonesia, memiliki kesempatan sekaligus kelemahan. Tapi kesempatan ini bisa menjadi peluang berharga dan bernilai jika serius.

“Bonus demografi yang meledakkan angka angkatan kerja di Indonesia akan bernilai positif. Sumberdaya manusia masih rendah bisa ditingkatkan dengan diklat-diklat berbasis kompetensi. Sedangkan diklat dilaksanakan kali keempat di Aceh Tamiang ini, guna menyongsong peluang kerja kedepan,” pungkasnya.

Sementara, kegiataan diklat berbasis kompetensi Operator Mesin dan Peralatan Produksi Pabrik Sawit Angkatan IV dilaksanakan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Aceh Tamiang bekerjasama dengan Balai Diklat Industri Medan. Diklat di ikuti 50 peserta ini berlangsung dari 7 Oktober hingga 18 Oktober 2019.

Tampak hadir dalam acara, Ketua DPRK Aceh Tamiang Suprianto, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Aceh Tamiang, M. Zein, Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan, Yunus, Kabid Ekonomi Bappeda, Dora Silvia Dewi, para instruktur diklat, staf pelatihan, dan dinas terkait, serta sejumlah insan pers. (*bachruny sitompul)

editor: andi surya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *