Bupati: Natuna – Anambas Layak  Jadi Provinsi Khusus

PROFESOR Ryaas Rasyid menerima cenderamata dari Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal

infonusantara.co.id, NATUNA – Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal kembali menegaskan, Natuna – Anambas layak menjadi provinsi khusus. Karena letak geografis kedua kabupaten kepulauan ini, berada di tengah-tengah negara Asean. Dengan terbentuk provinsi khusus, bisa mengawal perbatasan, serta memperpendek rentang kendali pusat Pemerintahan Republik Indonesia.

“Saya tidak sedang bermimpi, Natuna – Anambas sangat layak menjadi provinsi khusus,” sambutan Hamid seusai memberi penghargaan tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Natuna di Gedung Sri Srindit, Ranai, Kamis 12 Oktober 2017. Tampak hadir dalam acara, antara lain, Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprapti, Ketua DPRD Natuna Yusripandi. Tamu undangan, Profesor Ryaas Rasyid.

Fenomena langkah cepat pemerintah pusat, menurut Hamid, dengan mengembangkan pembangunan Natuna, maka tidak mustahil kabupaten ini menjadi provinsi khusus baru. “Kita harus bergandeng tangan dengan Anambas, berjuang bersama,” kata Ketua Partai Amanat Nasional Kepulauan Riau (Kepri) itu. “Provinsi Khusus Kepulauan Natuna – Anambas, terobosan menggalang kekuatan Negara Kesatuan Republik Indonesia di perbatasan.”

Profesor Ryaas Rasyid, sebagai tamu undangan, sangat setuju, Natuna menjadi provinsi khusus baru di Indonesia. Sebab dalam pandangannya, beberapa tahun kedepan akan ada 50 provinsi baru terbentuk. “Natuna jadi provinsi khusus, sangat mungkin terwujud,” kata mantan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara pada era Presiden Abdurrahman Wahid itu.

Alasan memperkuat Natuna menjadi khusus, menurut Ryaas Rasyid, karena daerah ini berada di perbatasan, di apit sejumlah negara asing. “Demi pergerakan ekonomi Indonesia di tengah negara Asean,” kata Ketua Umum Pengurus Pusat Perhimpunan Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (PII) 2005 – 2008 itu. “Natuna harus menjadi provinsi, dari pada hanya sebuah kabupaten.” (*andi surya)