Breaking NEWS
20 April 2019

Buruh Diminta Sesuaikan Diri dengan Perkembangan Dunia Industri

pekerja-buruhinfonusantara.co.id, Jakarta – Serikat pekerja/buruh harus mampu mengaktualisasikan perjuangannya dengan membuat roadmap perjuangan. Hal tersebut diperlukan agar perjuangan dari serikat pekerja/buruh lebih terarah dan dapat terealisasikan sesuai dengan ide, target dan tujuan perjuangannya. Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri mengatakan perkembangan industri di Indonesia saat ini sedang tumbuh pesat. Untuk itu, serikat pekerja/buruh harus bisa menyesuaikan perjuangannya dengan perkembangan dunia industri, agar perjuangan antar keduanya dapat berjalan searah. Dengan begitu, perkembangan industri dapat sejalan dan diimbangi dengan meningkatnya kesejahteraan para pekerja.

“Saya berharap agar serikat pekerja/buruh juga mampu membuat roadmap perjuangannya hingga setapak demi setapak perjuangan pekerja itu lebih maju dari waktu ke waktu sesuai dengan perkembangan industri. Sesuai dengan perkembangan profil angkatan kerja kita,” ujar Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri dalam dalam sambutan acara HUT Federasi Serikat Pekerja (FSP) Rokok, Tembakau, Makanan, dan Minuman Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (RTMM-SPSI) di Jakarta. Serikat pekerja/buruh dan pengusaha harus sama-sama menjadi pelopor untuk mewujudkan hubungan industrial yang harmonis di lingkungan kerja. Dengan cara seperti itu, produktivitas usaha dan produktivitas pekerja dapat terjaga dengan baik.

Indonesia adalah sebuah negara yang industrinya sedang tumbuh dan berkembang. “Maka cara kita memperkuat gerakan buruh kita ini harus bisa sejalan. Baik dengan industrinya, maupun dengan keadaan tenaga kerjanya,” ujar Hanif. Serikat pekerja/buruh juga harus mampu menjaga soliditas internalnya. Perjuangan serikat pekerja/buruh akan sulit mencapai targetnya jika internal organisasinya tidak solid dan kuat. Hanif ingin serikat pekerja/buruh lebih meningkatkan soliditas di internalnya. “Karena kalau tingkat fragmentasi, tingkat perpecahan itu tidak dikendalikan ini justru akan memperlemah perjuangan dari kaum buruh, kaum pekerja,” ujar Hanif. (RP)