Breaking NEWS
20 April 2019

Camat Serasan Tutup Tanpa Solusi, Pengusaha Hiburan Bakal Kembali Beroperasi

LOKASI hiburan Kampung Lintang, Desa Jermalik, Serasan

infonusantara.co.id, NATUNA – Camat Serasan Muhamad Amin menutup tempat hiburan Kampung Lintang, Desa Jermalik sebulan lalu, tanpa memberi solusi. Sehingga para pengusaha hiburan itu, bakal kembali buka tempat usahanya, dengan alasan desakan ekonomi.

“Kami akan buka usaha di Kampung Lintang, seusai Pemilu 17 April 2019, atau tepatnya Sabtu 20 April 2019,” kata Hanafi pada Info Nusantara melalui ponsel, Selasa pagi 9 April 2019. “Kalau tak buka usaha, dari mana kami dapat uang menghidupi keluarga.”

Bicara desakan ekonomi, kontraktor asli Air Raya, Serasan itu teringat nasib seorang rekan sesama pengusaha hiburan. Anak rekannya saat ini sedang kuliah, tahun depan tamat.

Sedangkan sumber ekonomi rekannya, hanya usaha hiburan Kampung Lintang. “Seandai ditutup mendadak, tanpa diberi rentang waktu,” katanya. “Bagaimana nasib kuliah anak rekannya itu. Apalagi suami rekannya sudah meninggal dunia, punya tanggungan dua anak dan dua cucu.”

Sementara Hanafi buka usaha hiburan, baru sebulan, sebelum ditutup Camat Serasan. Dalam membangun tempat usaha itu, ia menghabiskan anggaran sekitar Rp400 juta.

“Kami berani buka, atas kebijakan camat sebelumnya (Edi Priyoto-red),” terangnya. “Seharusnya Pak Camat baru, menghormati kebijakan camat sebelumnya.”

Sebelum membuka usaha hiburan di Kampung Lintang, Hanafi beserta rekan-rekan membuka usaha di Pantai Sisi. Atas kebijakan camat sebelumnya, dengan alasan, pantai berpasir putih itu akan menjadi tempat wisata unggulan di Serasan, para pengusaha tak keberatan disuruh pindah.

“Kami tak mungkin membangun, kalau tak mendapat restu pemimpin kecamatan sebelumnya,” kata Hanafi. “Jika mau ditutup Pak Camat baru, beri kami solusi, agar tak merugi.”

Camat Muhamad Amin, berita sebelumnya mengatakan, tempat hiburan Kampung Lintang ditutup dengan alasan tanah negara. Penutupan itu, kesepakatan antara dia dengan para pengusaha. Seandai para pengusaha ingin buka usaha, silahkan bangun di tanah sendiri.

“Saya tak benarkan pengusaha hiburan itu, membuka usaha di Kampung Lintang,” katanya dihubungi via ponsel, Jumat siang 29 Maret 2019. “Silahkan bangun di tanah sendiri, dengan membuat badan hukum, atau perizinan sebagai tempat usaha hiburan.”

Dengan kebijakan Amin menutup tempat usaha hiburan di Kampung Lintang. Tampak mantan sekretaris Dinas Perhubungan Natuna itu, tak peduli nasib pengusaha lokal Serasan, serta kebijakan Camat sebelumnya.

Apalagi para pengusaha asli warga Serasan. Selama ini mereka berusaha, tak dipersulit dengan perizinan atau segala macamnya. Maklum, Serasan sebuah kecamatan kepulauan terpencil. Penduduknya hanya sekitar 5 ribu jiwa. (*andi surya)