Daerah

Dari Geopark Nasional, Natuna Menuju Geopark Internasional

SAMBUTAN Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal

infonusantara.co.id, NATUNA – Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal membuka secara resmi Sosialisasi Persiapan Pemerintah Daerah Dalam Mendukung Natuna Menuju Geopark Nasional, Senin siang 28 Oktober 2018. Pembukaan Sosialisasi di Hotel Natuna di taja Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Natuna itu, orang nomor satu di kabupaten kepulauan perbatasan di tengah negara Asean ini berharap, Natuna dapat ditetapkan menuju Geopark Internasional atau Global Geopark Network Unesco.

“Kita harus jadikan Natuna, kawasan Geopark Nasional menuju skala internasional,” tegas Ketua DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Kepulauan Riau itu. “Natuna layak memperoleh status kawasan Geopark Nasional maupun internasional, karena letaknya sangat strategis, berada diperbatasan beberapa negara luar.”

Namun, sebagai Bupati Natuna, Hamid sedikit kecewa dengan undang-undang mempersempit wewenang kabupaten, dari empat mil kelaut, menjadi batas pantai. Dengan mempersempit kewenangan itu, membuat Natuna 99 persen lautan, 1 persen daratan, sulit mengembangkan pembangunan daerahnya.

“Yang punya kewenangan dari pantai hingga 12 mil kelaut adalah pemerintah provinsi,” tegasnya. “12 mil keatas, kewenangan pemerintah pusat. Bagaimana Natuna bisa maju, dengan kewenangan semakin sedikit itu?”

Seandai mendapat kewenangan mengelola laut, menurut Hamid, Natuna bisa maju dan berkembang. Semua itu, demi mengantisipasi rongrongan negara luar terus membangun kekuatan, berupa pangkalan di Laut Cina Selatan. Dengan membangun kekuatan pangkalan itu, cukup meresahkan Natuna dan negara tetangga lainnya.

“Kami diperbatasan terus menjaga marwah Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegasnya. “Meskipun kewenangan hanya sampai bibir pantai, kami tetap menjaga hingga kelaut perbatasan negara tetangga.”

Dengan terus menjaga marwah NKRI di perbatasan, terkadang Hamid harus kerja ekstra, melakukan lobi-lobi ke pemerintah pusat hingga keluar negeri. Agar pembangunan kabupaten perbatasan ini terus digesa, salah satu lobi, meminta Natuna ditetapkan sebagai kawasan Geopark Nasional hingga Internasional.

“Saya jarang tidur, terus memikirkan perkembangan pembangunan Natuna kedepan,” terangnya. “Saya harus terus bekerja, agar Natuna menjadi perhatian nasional maupun internasional.”

Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia Didin Wahyudin dalam sambutan mengatakan, Natuna layak ditetapkan sebagai Geopark Nasional. Sebab, kabupaten perbatasan ini, letaknya sangat strategis, di tengah beberapa negara luar.

“Jika ditetapkan sebagai kawasan Geopark Nasional, pembangunan Natuna akan maju dan berkembang,” katanya. “Kesejahteraan masyarakat perbatasan ini akan turut meningkat.”

Menurut Didin, Natuna layak ditetapkan sebagai Geopark Nasional, karena mempunyai keragaman budaya, serta kekayaan alam dari wisata, perikanan, minyak dan gas bumi. Dengan mempunyai keragaman budaya dan kekayaan alam melimpah, kabupaten perbatasan ini layak ditetapkan sebagai kawasan Geopark Internasional.

“Kami sangat mendukung, Natuna ditetapkan sebagai kawasan Geopark Nasional atau Internasional,” kata Didin. “Tapi dukungan ini harus mendapat sokongan dari seluruh elemen masyarakat Natuna.”

Kepala Pusat Penelitian Geopark dan Kebencanaan Geologi Universitas Padjajaran, Profesor Mega Fatimah Rosanah mengatakan, Natuna memiliki modal dasar menuju kawasan Geopark Nasional maupun Internasional. Sebab kabupaten ini, mempunyai kekayaan alam berbeda dari daerah lain.

Bebatuan alam dengan corak unik, serta flora fauna endemik. Tapi ingin mendapat pengakuan dari UNESCO, tentu bukan perkara mudah. Sebagai contoh, Natuna harus memiliki hotel berskala internasional. Disamping itu, masyarakat harus siap menghadapi segala perubahan.

“Sebelum menyandang status kawasan Geopark Internasional, Natuna harus ditetapkan sebagai kawasan Geopark Nasional,” katanya. “Saat ini, Natuna tinggal berbenah, menuju kawasan Geopark Nasional.”

Ketua Harian Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI Profesor Arif Rahman menilai Natuna mempunyai potensi besar meraih sebagai kawasan Geopark Nasional. Namun penetapan ini, harus mendapat dukungan seluruh elemen masyarakat, agar senantiasa menjaga kekayaan alam dan budayanya. “Tinggal selangkah, Natuna menjadi kawasan Geopark Nasional menuju Geopark Internasional,” pungkasnya.

Sementara tampak hadir dalam acara, antara lain, Ketua DPRD Natuna Yusripandi, Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprapti, Danlanud Ranai Kolonel (Pnb) Prasetya Halim, Danlanal Ranai Kolonel Laut (P) Harry Setyawan dan Kapolres Natuna AKBP Nugroho Dwi Karyanto. (*andi surya)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker