Breaking NEWS
22 July 2019

DEDDY JUNIZAR, PELUKIS NATURALIS NASIONAL ASAL KEPRI

_20170302_124737-picsayinfonusantara.co.id, NATUNA – Deddy Junizar, pelukis naturalis nasional asal Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Hasil karya pelukis darah Melayu Pulau Tujuh itu cukup terkenal, dan telah beberapa kali lulus seleksi, serta dipajang di galeri nasional Jakarta. Bukan hanya lulus seleksi, serta dipajang di galeri nasional Jakarta, setiap even seni rupa, lukisannya selalu menghiasi dinding – dinding pameran.

“Sudah cukup lama Abang berkecimpungan didalam seni rupa,” tulis Deddy saat dimintai tanggapan melalui Messenger, Selasa malam 28 Februari lalu. “Semula hanya hobi, tapi sejak 2015, baru Abang giat berkecimpung secara profesional.”

Dengan berkecimpung secara profesional, lukisan Deddy bertajuk Gasing Natuna lolos di galeri nasional Jakarta. Pada tahun itu juga, ia di undang “khusus” mengikuti pameran akbar di Nusa Tenggara Timur (NTT), Kongres Kesenian III di Bandung dan pameran di Jambi. Ketika pameran di Jambi, lukisannya lolos seleksi.

Setelah lolos seleksi di Jambi, pada 2017, saat mengikuti Pameran Seni Rupa Nusantara Jakarta, kembali lukisannya lolos seleksi. “Lukisan Abang sudah dua kali lolos seleksi tingkat nasional, mewakili seniman Kepri,” kata Deddy sambil menambahkan, lukisan di Gedung Sri Serindit dan Kantor Bupati Natuna, hasil karyanya.

Namun Deddy tidak hanya puas melukis melalui cat, ia mulai berkreasi melukis menggunakan media tali. Dengan menggunakan media tali, terbentuklah gambar indah, baik orang maupun alam. “Abang ingin terus menggali potensi seni rupa dalam diri,” katanya. “Biar kelak, secara nasional, Kepri juga dikenal dengan seni rupanya.”

Deddy sangat senang melukis menggunakan media tali, karena tali memiliki filosofi sangat erat dengan manusia. Tali, katanya, mempunyai arti tentang hubungan persahabatan atau pertemanan manusia. Apabila seutas tali dipegang dua sisi, ketika satu sisi menarik kuat, maka sisi lain harus mengulur, begitu sebaliknya. Seandai saling tarik atau saling ulur, tali tidak akan berfungsi, sebagaimana manusia yang harus saling toleransi hidup di dunia ini. “Belajar seni rupa, kita akan belajar memahami arti hidup didunia yang diciptakan Alloh SWT,” katanya. (*andi surya)

336x280ad