Breaking NEWS
19 April 2018

Dialog Nasabah, Presiden Terima Masukan Soal Bank Wakaf Mikro

infonusantara.co.id, JAKARTA – Bank Wakaf Mikro diluncurkan demi membangun jiwa wirausaha di lingkungan pondok pesantren. Hingga awal Maret 2018, bank itu berjumlah 20 unit, telah menyalurkan modal usaha ke 2.784 nasabah dengan pembiayaan sebesar Rp2,45 miliar.

Sebagai bentuk dukungan bagi pemberdayaan umat, Presiden Joko Widodo berharap jumlah dari Bank Wakaf Mikro terus bertambah. Sehingga ia perlu meminta saran dan masukan dari para pengelola dan nasabah Bank Wakaf Mikro agar dapat dilakukan penyempurnaan bagi pendirian dan pendampingan ke depan.

“Saya ingin menanyakan kepada pengurus, apakah ada masalah di lapangan yang bisa disampaikan?” tanya Presiden saat bersilaturahmi dengan para pengelola dan nasabah Bank Wakaf Mikro di Istana Negara, Jakarta, Rabu 28 Maret 2018.

Salah seorang nasabah Bank Wakaf Mikro berkesempatan menyampaikan kendala terjadi di lapangan. Ia menyebut, kebanyakan dari para nasabah masih memerlukan bantuan dalam hal teknis terkait jalannya usaha.

“Kebanyakan dari kami mengelola (menjual) makanan. Kami merasa kurang dari segi kemasan supaya lebih menarik,” ungkap si nasabah.

Presiden sangat antusias mendengar pengakuan itu. Karena dirinya memang menyadari, salah satu titik lemah dari usaha kecil dijalankan masyarakat pada persoalan pengemasan produk.

“Tadi saya lihat di depan itu barangnya bagus, kelihatan enak, tapi kemasan kurang menarik. Nanti saya kirim tim mengerjakan kemasan-kemasannya. Saya minta Bekraf masuk ke pondok-pondok, membangun brand sehingga meningkatkan nilai jual,” tutur Presiden.

Dalam kesempatan sama, pengelola Bank Wakaf Mikro lain memberi usulan pada Presiden, terkait pendampingan usaha para nasabah yang mendapat pinjaman modal. Hal ini menurutnya sangat diperlukan. Karena banyak nasabah sebelumnya tak memiliki pengalaman usaha namun ingin menjadi lebih produktif.

“Usul kami, mungkin dari departemen tertentu ada yang bisa bersinergi dengan program ini. Secara berkala memberi semacam pelatihan. Untuk melatih ibu-ibu. Sehingga ada usaha bisa dilakukan dari modal itu,” ucap Khumaidi, asal Jombang.

Kepala Negara menyambut baik usulan itu. Ia memiliki pandangan sama, dan berencana bersama dengan para menteri, atau pemerintah merumuskan terlebih dahulu program pelatihan dan pendampingan dimaksud.

Selepas acara, Presiden menyatakan, masukan-masukan didapat dari para pengelola dan nasabah Bank Wakaf Mikro akan digunakan sebagai bahan penyempurnaan jalannya kebijakan ini di masa mendatang.

“Kita membuka Bank Wakaf Mikro karena memang arahnya untuk usaha-usaha kecil tak memiliki agunan. Yang biasanya lari ke ‘bank keliling’ bisa masuk ke Bank Wakaf Mikro. Arahnya ke sana. Ini akan kita perbaiki pada tahapan kedua,” pungkasnya. (*andi surya)