Dinas PPPA-PPKB Kota Langsa Gelar Workshop PPRG

 

infonusantara.co.id, LANGSA –
Pemerintah Kota Langsa melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPPA-PPKB) melaksanakan kegiatan Workshop Perencanaan dan Penganggaran Responsif Gender (PPRG). Kegiatan diperuntukan bagi perangkat daerah itu, terselenggara di Aula Dr Dayeng RSUD Kota Langsa, Selasa 16 Juli 2019.

Kepala Dinas PPPA-PPKB Kota Langsa Safrina Salim, dalam laporan mengatakan, Workshop ini diikuti 33 peserta, terdiri dari Kasubbag Program dan Pelaporan pada perangkat daerah.

Kegiatan berlangsung selama satu hari dengan menghadirkan narasumber berkompeten, yaitu: unsur Dinas PPPA-PPKB Aceh, Ketua PSGA IAIN Langsa, Bappeda Kota Langsa dan BPKD Kota Langsa.

Sekda Kota Langsa Syahrul Thaib, saat membacakan sambutan Walikota Langsa mengatakan, Workshop digelar, merupakan suatu kegiatan sangat penting dan perlu mendapat perhatian semua. Karena berdasarkan Inpres Nomor 9 Tahun 2000 tentang Pengarusutamaan Gender dalam Pembangunan Nasional, saat ini pelaksanaan Pengarusutamaan Gender (PUG) diinstruksikan kepada seluruh Kementerian maupun lembaga Pemerintah dan Non Pemerintah di Pemerintah Nasional, Provinsi maupun Kabupaten/Kota.

Agar dapat melakukan penyusunan program Perencanaan, Pelaksanaan, Pemantauan dan Evaluasi dengan mempertimbangkan permasalahan kebutuhan aspirasi Perempuan pada pembangunan, dari kebijakan atau program dengan pengintegrasian pengalaman, aspirasi, kebutuhan dan kepentingan perempuan dan laki-laki ke dalam proses pembangunan.

Penerapan PPRG, menurut Syahrul, akan mengurangi kesenjangan gender pada tingkat penerima manfaat pembangunan. Dengan menerapkan analisis gender dalam perencanaan pembangunan di berbagai sektor. Sehingga kesenjangan gender pada tingkat penerima manfaat pembangunan dapat diminimalkan.

Analisis gender dapat mengidentifikasikan adanya perbedaan permasalahan dan perbedaan kebutuhan antara laki-laki dan perempuan. Dapat membantu perencana maupun pelaksana menemukan solusi tepat dalam penyelesaian dan menjawab permasalahan serta kebutuhan berbeda.

“Kepada para peserta workshop, saya ucapkan selamat mengikuti dengan tekun, sungguh-sungguh, dan penuh tanggungjawab. Karena melalui kegiatan ini para peserta dapat menyerap dan menerapkan ilmu didapat pada unit kerjanya masing-masing,” pungkasnya. (*bachruny sitompul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *