FKPPI NATUNA DUKUNG BERDIRI BNNK

KETUA FKPPI Natuna bersama Dandim 0318/Natuna ketika berkunjung ke Pulau Senoa

infonusantara.co.id, NATUNA – Ketua Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI/Polri (FKPPI) Pimpinan Cabang 3105/Natuna Boy Wijanarko Varianto sangat mendukung terbentuk Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK). Dengan terbentuk lembaga anti narkotika, psikotropika dan obat-obat adiktif berbahaya (narkoba), bisa mengantisipasi pergerakan peredaran zat perusak masyarakat, khusus generasi muda kabupaten di tengah negara Asean ini.

“Kami, FKPPI Natuna sangat setuju, saran Pak Kapolres ( AKBP Charles Panuju Sinaga-red). Kabupaten ini harus segera berdiri BNNK, seperti kabupaten atau kota lain, di Indonesia,” ungkapnya di salah satu kedai kopi di Kota Ranai, Natuna, Selasa sore 3 Oktober 2017.

Menurut Boy, perkembangan peredaran narkoba di Natuna, cukup meresahkan. Penangkapan pengguna dan bandar terus di lakukan Satuan Narkoba Polres Natuna. Bertanda, Natuna masuk rawan narkoba. “Secara geografis, kabupaten ini kepulauan, sangat strategis sebagai tempat transit berbagai barang illegal, termasuk narkoba. Sedangkan fasilitas operasional Satuan Narkoba dan Satuan Polisi Perairan Polres Natuna sangat minim. Sehingga, masuknya barang-barang illegal sedikit lebih mudah,” katanya.

Kapolres Natuna AKBP Charles Panuju Sinaga, edisi lalu, menyarankan Natuna segera di bentuk BNNK. Karena terbentuk Badan itu, pengguna narkoba bisa di rehabilitasi. “Selama ini kita terpaksa pidana semua pengguna, khusus pengguna pemula, dari anak-anak maupun dewasa, padahal mereka korban atas jeratan bandar narkoba,” katanya lagi, usai konferensi pers atas tiga kasus sedang ditangani penyidiknya, yaitu: kasus penyalahgunaan narkoba, kasus Operasi Tangkap Tangan Kades Tanjung dan kasus pencabulan anak dibawah umur, Jumat pagi 15 September 2017.

Namun, menurut AKBP Charles, sebelum tersangka narkoba di rehabilitasi, harus melalui Tim Asesmen Terpadu akan dibentuk nanti. “Kita beri izin pengobatan, perawatan dan pemulihan pecandu narkoba,” terangnya. “Tidak hanya di rehabilitasi secara medis, kita akan rehabilitasi secara sosial.”

Dengan terbentuk BNNK, AKBP Charles mengutamakan melakukan pencegahan. Caranya, sosialisasi ke tengah masyarakat, khusus sekolah-sekolah. Sebab, terkadang generasi muda kurang memahami, atau ikut-ikutan, sehingga mereka terjerat penyalahgunaan narkoba. “Antisipasi sedini mungkin, jalan terbaik menyetop perkembangan narkoba. Bandar narkoba tidak akan berani masuk Natuna, ketika tidak ada pembelinya,” pungkas AKBP Charles. (*andi surya)