Daerah

GARA-GARA PARMI, WARTAWAN NATUNA BERSETERU

1494090182-picsay

infonusantara.co.id, NATUNA – Namanya ndeso, alias kampungan, Parmi. Namun nama itu, cukup membuat sejumlah wartawan Natuna berseteru. Perseteruan menggunakan otot, serta bercucuran keringat, tidak di peduli wartawan bertugas di kabupaten ujung utara Indonesia ini. Kemenangan harus di raih, agar Parmi tetap nomor satu.

Siapa Parmi? Jangan berburuk sangka, ia bukan seorang wanita cantik, melainkan singkatan dari Pertandingan Mini, selalu dihembuskan Cherman, wartawan Antara, seminggu terakhir. Parmi antar wartawan itu, pada bidang olahraga bulu tangkis. Di Grup WhatsApp Wartawan Yes, Chi Hua Hua dan Pers Kodim 0318 Natuna tercatat, ada sepuluh pemain ganda pria. Artinya, sebanyak dua puluh wartawan.

Pertandingan dilaksanakan di lapangan bulu tangkis milik Robert, pengusaha Ranai itu, dimenangkan pasangan Salohot, wartawan Expost dan Edi Zamri, wartawan Patroli. “Penetapan pemenang langsung hari ini,” tulis Erwin Kalit, wartawan Metro Kepri, Sabtu 6 Mei lalu. Dalam pertandingan, Kalit berpasangan dengan Afrizal, wartawan RRI. “Menang nasib aja,” komentar canda Roy Sianipar, wartawan Media Rakyat, berpasangan dengan Sonny (pekerjaan rahasia-red). “Lihat senyum pemenang, bikin klepek-klepek,” timpal Sholeh, wartawan Sindo, berpasangan dengan Jali, wartawan Suara Kedaulatan.

Sementara usai pertandingan, para pemburu berita itu, makan bersama di rumah makan Lamongan. “Kita bayar, kasihan sudah kalah bayar pula,” tulis Edi Zamri, dengan gaya sombongnya. “Yang penting, hari ini bisa kalahkan tetangga.” Maksud Edi, tetangga rumah, yaitu : Sonang Lubis, wartawan Panji Kepri. “Kita tidak cari menang Wak,” komentar canda Sonang, berpasangan dengan Remon, wartawan Kepri Mandiri.

Jali, dalam press rilis menceritakan, kemenangan Edi Zamri dan Salohot, patut di acungi jempol. Karena dalam waktu empat jam, pasangan ganda ini berhasil mengalahkan lawan dengan skor “nyeleneh.” Berawal kemenangan 2 : 0 melawan Hardi, wartawan Tanjungpinang Pos, berpasangan dengan Parman, wartawan Detik Kepri. Semi final, menang 2 : 0 melawan Roy Sianipar – Sonny. Final, menang 2 : 0 melawan Sonang – Remon.

Padahal sejumlah rekan-rekan media menilai, pasangan Sonang – Remon bakal menang. Tapi apa daya, latihan maksimal dilakukan tidak bisa mengantarkan mereka jadi juara. Sedangkan laporan keuangan pertandingan dari iuran pemain, berjumlah Rp1 juta. Pengeluaran makan bersama dan sebagainya, sekitar Rp965 ribu. Sisa Rp35 ribu, beli rokok dan bensin. (*andi surya) 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker