GIAT HPN, LINTAS ORGANISASI MEDIA BAKSOS DAN PROMOSI WISATA NATUNA

PEMBERIAN hadiah pada seorang rekan wartawan, yang istrinya baru melahirkan

 

infonusantara.co.id, NATUNA – Giat Hari Pers Nasional (HPN) 2018, Asosiasi Jurnalis Online (AJO) Indonesia dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Natuna melaksanakan bakti sosial, serta promosi wisata Natuna, Sabtu 10 Februari 2018. Baksos di Pondok Pesantren Madinatunnajjah, Desa Binjai, Kecamatan Bunguran Barat, serta promosi wisata di Pantai Batu Kasah, Kecamatan Bunguran Selatan.

Kisah bermula di kedai lontong depan Kantor DPRD Natuna, Jalan Yos Sudarso, Kota Ranai, ibukota kabupaten kepulauan perbatasan di tengah Asean ini. Roy Sianipar, Ketua Ajo Indonesia Natuna, terlihat sibuk. Segendang seirama, di alami Ketua PWI Natuna Ramayulis Piliang.

Rupanya, kedua wartawan senior di kawasan perbatasan itu sedang sibuk, menunggu rekan-rekan pengurus organisasinya. Agenda pagi cerah itu, mereka akan bergerak bersama ke Pondok Pesantren Madinatunnajjah. Tiga unit kenderaan roda empat pribadi, siap mengantar.

Iring-iringan tiga unit kenderaan roda empat itu, mulai berjalan perlahan. Menyusuri jalan menuju pondok pesantren, sekitar 30 kilometer jauhnya. Setiba di lokasi, peralatan baksos, cangkul, parang dan sabit, mulai bekerja. Para jurnalis biasa menulis dan berinternetan, tanpa keluar keringat, tapi pagi itu, berbeda.

Keringat membasahi baju, tak mereka pedulikan. Yang terpenting, bekerja demi memperingati HPN 2018, dengan giat berbakti kepada daerah, khusus Pondok Pesantren Madinatunnajjah Binjai. Ilalang meninggi, di tebas. Parit penuh sampah, di pungut. Disatukan dalam satu lokasi, lalu di bakar.

Ketika matahari mulai meninggi, giat berlanjut ke Pantai Batu Kasah. Jarak tempuh sekitar 20 kilometer. Waktu makan siang, mulai memanggil. Para jurnalis tergabung dalam lintas organisasi media itu, segera mengeluarkan ikan segar dari kotak es, ransum di bawa dari Kota Ranai. Ikan-ikan segar di bakar. Dengan nasi putih, serta lauk pauk masakan, sebagai penyempurna makan.

Asap wangi khas ikan bakar, mulai menggelitik hidung. Bertanda, ikan bakar siap di santap. Tanpa basa basi, makan siang di mulai. Suara alunan musik orgen tunggal, milik seorang rekan wartawan, di selingi deru ombak Pantai Batu Kasah, semakin menyemangati makan siang. Usai makan, sebagian jurnalis bernyanyi, di iringi orgen tunggal.

Sebagian mandi, dan sebagian lagi bermain voli. “Kita ingin para jurnalis selalu solid. Biar pun beda organisasi,” kata Piliang. “Kita akan terus laksanakan giat bersama, bukan hanya peringatan HPN. Hari-hari besar kita akan buat jadwal,” timpal Roy sambil menambahkan, dalam giat, lintas organisasi media akan memberi hadiah pada seorang rekan yang istrinya baru melahirkan. “Hadiah kita beri, hanya peralatan bayi,” Sekretaris Ajo Indonesia Natuna Jali, tak mau ketinggalan berbicara. (*andi surya)