Breaking NEWS
20 April 2019

Gunjang-ganjing Pembangunan Lahan Kampung Cina

PLANG larangan

infonusantara.co.id, LINGGA – Usai kebakaran menghanguskan hunian atau tempat usaha di Kampung Cina, Daek Lingga, 2017 lalu, isu menggembirakan bagi korban merebak. Isu menggembirakan itu, korban akan memperoleh ganti rugi, berupa pembangunan hunian atau tempat usaha baru di lokasinya. Yang membangun kelak, Pemerintah Kabupaten Lingga dan swasta.

Agar lokasi steril dari oknum-oknum mengaku-ngaku korban kebakaran, Pemkab Lingga melalui Dinas Lingkungan Hidup-nya memasang plang larangan membangun sementara. Agar pembangunan berjalan sukses, masyarakat korban kebakaran dengan pemerintah daerah rutin melakukan rapat bersama.

Celakanya dua tahun berlalu, bangunan baru dijanjikan tak pernah terialisasi. “Bosan kami menunggu,” bisik salah seorang korban kebakaran pada Info Nusantara, kemarin. “Kalau tak jelas realisasinya, bagus kami bangun sendiri.”

Alhasil pembangunan baru dilakukan masyarakat korban kebakaran, tanpa memandang plang larangan membangun dari Pemkab Lingga. Padahal dengan menggubris plang itu, jelas melanggar Perda 21 dan Ketentuan Pidana Pasal 31.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Lingga Siswadi saat dikonfirmasi tentang pembangunan baru dilakukan sejumlah masyarakat korban kebakaran tanpa mengindahkan plang larangan Pemkab Lingga, mengatakan akan segera turun lapangan. Ia pun merasa heran, kenapa masyarakat berani melawan Perda.

“Pemasangan plang, saya sudah berkoordinasi dengan Lurah Kampung Cina,” terangnya. “Yang memasang plang Satpol PP Lingga,” terangnya lagi.

Lurah Kampung Cina Ariyanto mengatakan sebaliknya. Ia tak tahu menahu pemasangan plang larangan itu. “Masyarakat korban kebakaran, telah meminta izin membangun,” tegasnya. “Saya persilahkan membangun, sesuai aturan berlaku.”

Salah seorang staf Satpol PP Lingga siap turun lapangan, menegakan perda itu. Jika ada surat perintah dari dinas terkait. “Pembangunan dilakukan masyarakat Kampung Cina sudah mendapat izin,” kata Camat Lingga Julius ketika dihubungi melalui ponsel. (*djoni)