Breaking NEWS
17 October 2018

Hikmat, Pemberkatan Putera Pemimpin Umum SKU Info Nusantara

infonusantara.co.id, BATAM – Pernikahan putera Pemimpin Umum Surat Kabar Umum Info Nusantara Dungo Simanungkalit berlangsung hikmat, Sabtu 3 Februari 2018. Pernikahan putra wartawan senior Kepulauan Riau itu, Andreas Michael Simanungkalit dengan Trisna Gea, puteri Tehesokhi Gea dan ibu Juliana Fau, dilaksanakan di Gereja Tuhan Di Indonesia (GTDI) Jemaat Bahtera Misi Bengkong Laut.

Pemberkatan diawali prosesi sungkeman kedua mempelai kepada kedua orangtua pria dan wanita, di kediaman Gembala Sidang Pendeta DR P Zebua MA,IE, MTh Sei Jodoh Batam pagi sekira pukul 10.00 Wib. Sungkeman dimulai dari mempelai pria, Andreas Michael Simanungkalit dengan bersimpuh dipangkuan kedua orangtuanya, Dungo Simanungkalit dan Rukun Brahmana yang diikuti mempelai wanita Trisna Gea.

Selanjutnya sungkeman kepada kedua orangtua mempelai wanita. Yang dimulai mempelai wanita, Trisna Gea kepada Bapak Tehesokhi Gea dan Ibu Inu Yuliana Fau, serta diikuti mempelai pria, Andreas Michael Simanungkalit.

Usai sungkem dan doa, kemudian berangkat ke Gereja GTDI untuk pelaksanaan pemberkatan. Sebelum acara pemberkatan, dilakukan ibadah maupun nasehat-nasehat dan tata cara pernikahan Kristiani dari Gembala Sidang GTDI Pendeta DR P Zebua.
Dalam khotbah Pdt Zebua yang diambil dari Mazmur 37, 23-26. Salat satu ayat yang di kutip paling bernas ayat 25 dan 26, Pdt Zebua mengatakan: “Dahulu aku muda, sekarang menjadi tua, tetapi tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan atau anak cucunya meminta-minta roti. Tiap hari ini menaruh belas kasihan dan memberi pinjaman, dan anak cucunya menjadi berkat.”

Pendeta DR P Zebua dalam kesempatan itu menekankan, bahwa Pemazmur dalam hal ini Raja Daud mengakui, dahulu memang muda dan kini sudah tua. Namun suatu keyakinan, karena hidupnya berkenan di hadapan Tuhan, maka anak cucunya menjadi berkat bagi sesama.

Maka, kata Pdt Zebua, “Jika hidup kita berkenan dihadapan Tuhan melalui perbuatan kita sehari-hari maka apapun pergumulan hidup kita, Tuhan akan campur tangan untuk menyelesaikan dan bahkan menjadi berkat bagi sesama.”

Demikian juga tentang pernikahan dilangsungkan saat ini, antara Andreas dan Trisna, Pdt Zebua menekankan untuk selalu mengandalkan Tuhan dalam mengarungi bahtera rumah tangga. Apapun terjadi, baik suka maupun duka, senantiasa berlandaskan kasih setia diajarkan Tuhan.

Bahkan nantinya keturunannya seperti dinyatakan Pemazmur Raja Daud menjadi berkat bagi sesama. Pdt Zebua juga menekankan, bahwa pernikahan bagi umat Kristiani hanya dikenal satu kali dan tidak boleh diceraikan dan berpisah. Selain hanya berpisah karena kematian seraya mengutip Matius 19,6 “Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia”.

Setelah menyampaikan tentang tata cara pernikahan Kristiani dan khotbah, kedua mempelai, Abdreas Michael Siamnungaklit dan Trisna Gea mengucapkan janji setia yang dipandu Pdt Zebua dan selanjutnya kedua tangan mereka disatukan yang menandakan hidup saling mengasihi berlandaskan kasih setia diajarkan Tuhan Yesus. Topangan tangan Pdt Zebua yang mempersatukan kedua mempelai menandakan sahnya pernikahan Andreas Michael Simanungkalit dengan Trisna Gea.

Usai pemberkatan dilanjutkan dengan kata sambutan, baik dari keluarga mempelai pria maupun wanita. Acara selanjutnya resepsi di kompleks Gereja GTDI dan disusul acara adat Nias.

Turut hadir dalam acara resepsi, beberapa pejabat pemerintah, seperti Kepala Dinas UKM dan Koperasi Pemko Batam Drs Suleman Nababan, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kepri Tagor Napitupulu SE.

Juga terlihat Ketua DPRD Provinsi Kepri Jumaga Nadeak SH. Ketua SPS Kepri yang juga Direktur Utama Batampos Group Margana Nainggolan dan beberapa pejabat lain dan ratusan undangan, baik dari kota Batam maupun Tanjungpinang.

Acara adat Nias, di selangi hiburan dan menampilkan sejumlah lantunan lagu, baik lagu Nias maupun lagu batak dan lagu pop Indonesia. Tak ketinggalan tari tradisional dari pulau Nias atau tari Maina di bawa massal baik dari warga Nias sendiri maupun para undangan. Resepsi pernikahan maupun acara adat berlangsung sampai pukul 18.00 Wib sore. (*red)