DaerahHiburan

Illegal Fishing di Berantas, Lumba – Lumba Langka Muncul di Perairan Natuna

 lumba-lumba di Pulau Panjang, Natuna
lumba-lumba di Pulau Panjang, Natuna

infonusantara.co.id, RANAI – Di laman Grup Publik Suara Hati Masyarakat Di Ujung Utara, Chris Toper Yento mencurahkan hati melalui beberapa baris tulisan, Selasa 11 Oktober 2016. Penggiat media sosial di Grup Facebook bernaung 3206 Followers itu, menulis tentang pengalamannya berwisata di perairan Pulau Panjang, “ditemani” lumba – lumba kuning. Pulau Panjang, berada di Desa Teluk Buton, Kecamatan Bunguran Utara, sekitar 100 kilometer dari Kota Ranai, Ibukota Kabupaten Natuna.

Chris bercerita, ketika istirahat siang, sebelum memulai aktifitas memancing, ia melihat lumba-lumba kuning sekitar sembilan mil dari garis pantai. Habitat ikan jenis cukup langka ini muncul, di duga karena tidak pernah beroperasi jaring – jaring maut pukat Harimau. Oleh karena itu alangkah indah ikan langka ini, ditangkar demi penyelamatan serta orientasi wisata bahari. “Saya baru lihat lumba-lumba jenis itu,” komentar Dian Mastuti. “Maklum, termasuk jenis langka,” jawab Chris.

Namun Chris kurang mengetahui, berapa jumlah sebenar lumba-lumba berenang di perairan Pulau Panjang? Yang terlihat, jawab Chris, sekitar tiga ekor, yang melompat keatas air satu ekor. Dengan muncul lumba-lumba langka, dinilai program Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Susi Pudjiastuti dalam pemberantasan tindak pidana illegal fishing atau pencurian ikan dilakukan kapal asing di perairan Natuna, berjalan sukses. Chris berkomentar, “Sepertinya benar.” Follower Dina Ddina berkomentar, dahulu sewaktu kecil, ia sering melihat jenis lumba-lumba itu bermain di sekitar perairan Sedanau (Kecamatan Bunguran Barat) dan Kecamatan Midai.

Sementara, foto diabadikan Chris Toper Yento di laman grup, lumba-lumba itu berwarna keabu-abuan, dengan kuning disekitar badan dekat sirip samping dan atas. Di mesin pencairan Google, dari 16 jenis lumba-lumba di Indonesia, tidak ada yang persis sama dengan foto diabadikan Chris. Begitu juga 40 jenis lumba-lumba di dunia.

Lumba-lumba, mamalia laut sangat cerdas. Selain sistem alamiah melengkapi tubuh sangat kompleks, sehingga banyak teknologi terinspirasi. Binatang menyusui ini hidup di laut dan sungai di seluruh dunia. Sistem pernapasan, naik ke permukaan untuk menghirup udara melalui lubang yang terletak di atas kepala. Mereka berkelompok. Makan cumi dan ikan. Lumba-lumba dapat menolong manusia, bila terlatih. Kini, habitatnya mulai musnah. (*andi surya)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker