Informasi Presiden Jokowi, Natuna Krisis Transportasi Laut

KM Bukit Raya tersangkut di Karang Neneh, dan Presiden Jokowi

infonusantara.co.id, NATUNA – Informasi Presiden Joko Widodo, Natuna, kabupaten kepulauan perbatasan di tengah negara Asean, krisis transportasi laut. Armada laut cukup layak menaklukan ganas gelombang Laut Natuna Utara, atau Laut Cina Selatan, yaitu: KM Bukit Raya, kini tak beroperasi.

Penyebab armada laut dengan berat 6000 GT, milik Pelni itu, tak beroperasi, karena “nekat” memanjat Karang Neneh, sekitaran perairan Sedanau, Kecamatan Bunguran Barat, Jumat 18 Mei lalu. Akibatnya, kapal melayari rute Natuna-Tanjung Priok-Blinyu-Tanjungpinang-Letung-Tarempa-Midai-Serasan-Pontianak itu, berhenti beroperasi.

Dengan berhenti beroperasi, arus penumpang dan barang, terutama di bulan Ramadhan hingga Lebaran Idul Fitri 1439 Hijriyah, menjadi problema belum terdengar ada solusi. Mengingat KM Bukit Raya masih bertengger di Karang Neneh.

TIM Lintas Institusi berdoa bersama sebelum melakukan survey kondisi KM Bukit Raya

Sementara kabar di terima, Tim Lintas Institusi, masih melakukan survey terhadap kondisi kapal pada Ahad 20 Mei 2018. Tim itu terdiri, antara lain, Dinas Perhubungan Natuna, Basarnas Natuna, Syahbandar Natuna, Syahbandar Tarempa (Anambas), serta Marine Respon Team (MRT).

Hasil rapat Tim, direncanakan keesokan hari, Tim Basarnas menyelam lunas depan hingga belakang kapal, sambil mengecek Tanki 41 dan Tanki 61. Dalam penyelaman diperlukan perahu untuk mobilisasi.

Setelah itu, akan dilakukan penarikan kapal, menggunakan tug boat dari Sedanau. Dengan KM Bukit Raya masih dilakukan penarikan, maka transportasi “murah meriah” itu, bakal belum mampu melayari Natuna.

KONDISI bawah KM Bukit Raya tersangkut di Karang Neneh

Padahal dalam Nawacita Presiden Jokowi -biasa disapa- membangun dari pinggiran, kepulauan dan perbatasan. Apalagi presiden ke tujuh itu, beberapa kali berkunjung ke Natuna.

Dalam kunjungan, Presiden Jokowi memprioritaskan pembangunan kabupaten di ujung utara Indonesia ini, pada sektor minyak, gas, perikanan, pariwisata, lingkungan hidup dan pertahanan. Prioritas pembangunan itu akan menjadi kendala, jika transportasi laut, hanya mengandalkan KM Bukit Raya. (*andi surya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *