DaerahHiburan

Jalin Kebersamaan Sesama Warga Ketua RW 07 dan RW 10 Kavling Sei Lekop Semarakkan Budaya Tor-tor Batak

dsc00007infonusantara.co.id, Batam – Ratusan warga yang bermukim di lingkungan RW 07 Kavling Sei Lekop, Kecamatan Sagulung-Batam, datang berbondong-bondong dengan silih berganti. Kedatangan warga tersebut bertujuan ingin menyaksikan acara pertandingan persaudaraan ibu-ibu antar RT, yang berada di wilayah RW 07 dan RW 10 Sei Lekop. Dalam acara ini, Ketua RW 07 selaku penggagas dan penyelenggara kegiatan itu, dimana sebelumnya telah menetapkan 2 lagu musik Tor-tor Batak sebagai pilihan masing-masing peserta, yakni yang berjudul “Anak Medan dan Si Nanggar Tullo”. Sehingga kedua lagu musik tersebut kini menjadi semakin populer dan sangat diminati warga di lingkungan RW 07 dan RW 10 itu.

Salah seorang peserta mengatakan, mereka telah mempersiapkan diri dengan melakukan latihan selama kurang lebih satu bulan. Sehingga tak heran lagi, semua peserta yang ikut dalam perlombaan ini, tampaknya cukup trampil dan lihai mengikuti irama musik lagu batak tersebut. “Kami mengadakan latihan kurang lebih 2 jam setiap hari.

Kadang-kadang waktu malam hari, kami adakan latihan bersama. Karena acara ini sangat positif menjalin hubungan persaudaraan dan kekompakan sesama warga, tanpa membeda-bedakan suku dan agama. Jadi kami ini bukan hanya sekedar, untuk merebut hadiah dari panitia. Tujuan utama kita adalah menjalin kebersamaan sesame warga,” kata salah seorang ibu rumah tangga yang mengaku berasal dari Jawa ini dengan bangga.

Acara tersebut diadakan pada Minggu, (9/10) lalu, dimulai pada pukul 13 00 Wib, di lapangan Fasum Blok G RT 04 RW 07 Kavling Sei Lekop. Saat berlangsungnya kegiatan itu, ratusan penonton tampak terpukau saat meyaksikan tor-tor yang dibawakan oleh ibu-ibu rumah tangga, yang kebanyakan pesertanya berasal dari suku Jawa, Padang, Melayu, Palembang, Flores, Ambon dan Batak. Sehingga sangat meriah walaupun peserta dan penonton harus rela kena sengatan panas terik matahari, karena tendanya tergolong cukup minim.

Tak kalah hebatnya, sejumlah pedagang dan pengunjung pasar kaget yang kebetulan berada di lingkungan fasum itu, mereka ikut berjoget dan bergoyang sambil memajangkan barang-barang dagangannya. “Saya salut melihat kekompakan warga di lingkungan RW 07 ini. Baru kali ini saya lihat ada kegiatan semacam ini, menjalin hubungan persaudaraan sesama warga, tanpa membeda-bedakan kelompok maupun suku dan agama. Momen seperti ini pantas ditiru oleh warga di lingkungan RW lainnya. Terus terang saya salut kepada pak Ketua RW 07 dan RW 10 maupun ketua-ketua RT di lingkungan ini, karena warganya tampaknya kompak,” ucap salah seorang pedagang itu sembari mengacungkan jari jempolnya.

Usai acara perlombaan dilakukan, tim juri dari Kelurahan Sei Lekop dan 2 orang warga setempat menilai dan memutuskan, sebagai pemenang juara satu dan juara dua dari ibu-ibu yang berasal dari lingkungan RW 10. Sedangkan juara 3 dari lingkungan RT 02 RW 07. Dan pada saat itu, pihak panitia langsung memberikan hadiah kepada masing-masing pemenangnya.

Sementara, Zulhan Efendi selaku penggagas acara ini dan sekaligus sebagai Ketua RW 07 Kavling Sei Lekop, dalam kata sambutannya mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga yang berada di lingkungan RW 07 dan RW 10 Kavling Sei Lekop. “Saya mengucapkan banyak terima kasih atas dukungan bapak-bapak, ibu-ibu yang hadir pada saat ini. Karena acara ini tampaknya cukup meriah serta dihadiri warga dengan antusias. Janganlah kita lihat nilai hadiahnya. Saya harapkan ke depannya, semua warga di lingkungan RW 07 dan RW 10, supaya sama-sama menjalin kekompakan dan kebersamaan. Terus terang acara ini saya gagas dengan bapak Ketua RW 10 dan bapak-bapak RT, dengan tujuannya supaya hubungan sesama warga itu lebih erat dan harmonis, tanpa membeda-bedakan suku dan agama. Kita harapkan ke depan kebersamaan seperti ini harus ditingkatkan. Tidak ada perbedaan diantara kita. Jadi untuk saat ini, Tor-tor Batak bukan berarti hanya milik orang Batak, tapi milik kita semua. Mudah-mudahan ke depannya, acara seperti ini akan kita adakan lagi dengan membawakan tari-tarian daerah lainnya seperti, tarian dari Timor Flores, Melayu, Padang, Jawa dan daerah lainnya. Tujuan utama kita menjalin kebersamaan sesama warga,” tandasnya. (Manser)      

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker