Kandidat Cabup-wacabup Sah Simpatisan Berseluncur di Medsos

Dungo Simanungkalit

TARUTUNG,INFO – Sejak dideklarasikannya para kandidat calon bupati dan wakil bupati  kabupaten Tapanuli Utara untuk maju dalam Pilkada bulan Juni 2018 nanti,  simpatisan para kandidat semakin gencar dalam mendukung calonnya masing-masing. Popularitas yang di miliki oleh setiap calon pemimpin Tapanuli Utara menjadi modal bagi simpatisan, dalam upaya mempengaruhi dan mengajak pemilih untuk turut serta mendukung calon pemimpin tersebut.

Salah satu media yang di nilai empuk dalam mempromosikan kandidatnya yaitu dengan menggunakan media sosial.  Pengamatan yang di lakukan wartawan Info Nusantara, di salah satu grup facebook sebagai wadah masyarakat Tapanli Utara dalam memantau informasi yang berkembang di wilayah Tapanuli Utara berubah wajah menjadi salah satu alat untuk mempromosikan kandidiatnya. Bahan pembicaraanpun semakin ramai ketika salah satu akun media sosial mencoba menjatuhkan citra dari lawan dengan beragam upaya. Upaya yang dilakukan simpatisan.Tak jarang pula berujung kepada arah konflik melalui media sosial.

Indikasia dan pelanggaran Undang–undang tak jarang tercium dalam postingan yang berbau menghujat, mengfitnah, atau mencemarkan nama baik salah satu calon bupati dan wakilnya serta simpatisan, meskipun tindakan tersebut tidak pernah tercium oleh kepolisian wilayah Tapanuli Utara. Salah satu masyarakat ketika ditanyai mengenai postingan di grup facebook yang tak jarang berujung kepada konflik mengakui bahwa hal tersebut di karenakan kurang bijakny amasyarakat pengguna akun media sosial dalamm emposting informasi serta debat kusir yang tak beretika yang mengakibatkan adanya konflik antara pemilik akun facebook tersebut.

Pemimpin Redaksi Info Nusantara Dungo Simanungkalit angkat bicara mengenai dinamika yang terjadi pada grup facebook dengan nama MTU 1 (Menuju Tapanuli Utara Satu) menurutnya bahwa media facebook menjadi salah satu alat yang paling murah dalam mengpropagandakan kandidat yang di dukung oleh simpatisan setiap calon pemimpin Taput.

Hal tersebut bila di bandingkan dengan aksi kampanye dengan terjun ke wilayah–wilayah di Taput tentu akan memerlukan biaya yang tidak sedikit dibandingkan dengan kampanye politik di media sosial. Namun perlu diingat, bahwa setiap postingan yang tidak memiliki etika sangat berbahaya, bahkan berujung ke hukum bila tidak bijak menggunakan media sosial, sebab interaksi yang terjadi  di media sosial sangat cepat dan instan.

Oleh sebab itu, beliau berharap agar masyarakat yang memiliki akun media sosial dan bergabung dalam suatu wadah sosial di grup facebook untuk lebih bijaksana dalam memposting atau membalas postingan, bila tidak ingin bermasalah dengan hukum. (AlfonsiusSimanungkalit)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *