Breaking NEWS
20 April 2019

KASDIM ANTUSIAS KPA SOSIALISASI HIV/AIDS DI MARKAS KODIM 0318 NATUNA

img_20160927_133000infonusantara.co.id, RANAI – Kepala Staf Komando Distrik Militer (Kasdim), Mayor Infanteri Eko sangat antusias dan menyambut baik, Komisi Penanggulangan Aids Kabupaten Natuna melaksanakan sosialisasi bahaya HIV/AIDS di Markas Kodim 0318 Natuna, Senin 26 September 2016. Sosialisasi kerjasama antara Kodim 0318 Natuna dengan KPA Natuna itu, berjalan lancar.

Menurut Eko, sosialisasi bahaya HIV/AIDS sangat diperlukan semua elemen masyarakat, terutama generasi muda Indonesia. “Kita dari TNI AD sangat mendukung,” kata perwira bunga satu itu. “Sosialisasi ini sangat positif dan mendidik,” katanya lagi, sambil mengucapkan terimakasih kepada KPA bekerjasama dengan Kodim 0318 Natuna dalam sosialisasi bahaya HIV/AIDS.

Kepala Sekretariat KPA Natuna Radian Patril Tedi dalam sambutan mengatakan, Natuna darurat HIV/AIDS. Kasus penyakit mematikan ini, bagai gunung es yang siap cair serta menyebar kemana – mana. Jadi, kata Radian, “Kita perlu sosialisasikan. Lebih baik ketularan informasi bahaya HIV/AIDS dari pada ketularan penyakitnya.”

Narasumber Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS, Dadang Otrismo menjelaskan panjang lebar tentang bahaya HIV/AIDS. Menurut Dadang, biar sama, cara kerja penyakit ini, sedikit berbeda. Cara kerja HIV, menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. Masuknya penyakit, bisa melalui kontak darah, air mani (semen), cairan kewanitaan dan melalui ibu menyusui yang telah terpapar.

Namun, kata Dadang, HIV tidak menular pada gigitan nyamuk atau serangga, memakai toilet bersama, bersalaman, berenang danĀ  sebagainya. Sementara cara kerja AIDS, menurunnya sistem kekebalan tubuh. Yang jelas, Dadang menegaskan, “HIV menular lewat hubungan seks menyimpang, penggunaan jarum suntik bergantian pada pelaku narkoba, tato dan tindik.”

Agar terhindar dari bahaya HIV/AIDS, saran Dadang, gunakan metode ADCDE. Dengan jabaran sebagai berikut :

A : Abstinensi (tidak melakukan seks menyimpang).

B : Befaithul (setia pada pasangan).

C : Condom (menggunakan kondom bagi para pelaku seks beresiko, walaupun kondom efektif dibawah 70 persen).

D : Drug (menggunakan narkoba atau sejenisnya). Terakhir,

E : Edukasi (cari informasi tentang bahaya HIV/AIDS)

Yang paling terpenting agar terhindar virus mematikan tersebut, kata Dadang, “Perkuat iman dan takwa kepada Tuhan Maha Esa.” (andi surya)