Kepala LH Batam Bantah 6 Tersangka Pemilik Barang Bukti Beko Meninggal

Kepala Lingkungan Hidup Pemko Batam , Dendi Purnomo.

Kepala Lingkungan Hidup Pemko Batam , Dendi Purnomo.

 

 

infonusantara.co.id, Batam – Raibnya 6 alat berat berupa beko tambang pasir ilegal yang terparkir di Graha Pemko Batam hingga kini menjadi tanda tanya besar oleh masyarakat. Padahal barang bukti itu hasil tangkapan terbesar se-Indonesia atas kerusakan lingkungan hidup. Bukan hanya alat berat beko, bahkan mobil dum truk angkut pasir, dan mesin dompeng sedot pasir secara ilegal juga entah kemana rimbanya.

Belakangan diketahui, barang bukti tersebut dipulangkan kepada para pemilik yang sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak dinas LH Pemko Batam, (Dulunya Bapedalda).

Beberapa waktu lalu, (4/9), Kepala Lingkungan Hidup Pemko Batam, Dendi Purnomo, kepada Infonusantara.co.id mengaku barang bukti beko tambang pasir ilegal tersebut telah di pulangkan kepada ahli waris disebabkan tersangka meninggal dunia.

Namun, Dendi, tidak menyebutkan kapan barang Bukti itu di pulangkan kepada ahli warisnya. Artinya, para pemilik 6 alat berat beko diasumsikan telah meninggal dunia.

Adanya pemberitaan infonusantara.co.id terkait 6 pemilik beko tambang pasir ilegal telah meninggal dunia, kepala dinas LH cepat-cepat melakukan ralat dan klarifikasi kepada media ini.

“Siapa yang bilang 6 tsk tambang pasir meninggal,” ujarnya dengan nada gusar, (11/9).

ia juga menjelaskan, beko itu dipulangkan kepada tersangka selaku pemiliknya.

Dengan dikembalikan barang bukti menurutnya, si tersangka ada yang meninggal dunia dan telah ada yang diputuskan oleh pengadilan.

“Kasus yang diputuskan pengadilan praperadilan sudah pernah diexpose media, keterangan tentang pinjam pakai alasan dan sebagainya sudah pernah ada dimedia,” ujar Dendi mengelak terkait barang bukti tangkapannya yang telah raib tersebut

Ia juga bersikap dingin dan seperti  bosan sehingga tidak mau memberi keterangan berulang-ulang lagi.

Meski demikian, tim investihasi infonusantara.co.id masih melakukan penelusuran, yang diduga telah terjadi penyimpangan jabatan yang dilakukan oleh oknum pejabat LH Pemko Batam. (Andreas Michael )