Breaking NEWS
22 September 2018

Kisah Anggaran Festival Warisan

PARA Yacther dari Anambas berkunjung ke Pantai Tanjung, Ranai, Natuna

infonusantara.co.id, NATUNA – Empat tahun berturut – turut, kegiatan Festival Wisata Bahari Natuna, habiskan anggaran daerah sekitar Rp2,2 milyar. Dampaknya, pariwisata Natuna tak berkembang. Sehingga kegiatan itu, dinilai “mubazir.”

Hal itu diketahui Info Nusantara dari empat berkas dokumen pelaksanaan anggaran Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Natuna, Jumat 6 Juni 2018. Berkas dokumen pelaksanaan anggaran 2015, 2016, 2017 dan 2018 itu, salah satu tertulis tentang kegiatan Festival Wisata Bahari.

Yang anehnya, grafik anggaran turun naik, bagai gelombang lautan kabupaten kepulauan perbatasan di tengah negara Asean ini. Dengan jabaran, pada 2015, sekitar Rp518 juta. 2016, sekitar Rp671 juta. 2017, sekitar Rp438 juta. 2018, sekitar Rp537 juta.

Perbedaan anggaran turun naik itu, diambil perbandingan skala besar, misal: Belanja Pegawai (Anggota) pada 2015 sekitar Rp8 juta, 2016 sekitar Rp10 juta, 2017 sekitar Rp7,4 juta dan 2018 sekitar Rp13,6 juta. Honorarium Non PNS (Pengawas Lapangan) pada 2015 sekitar Rp13,2 juta, 2016 sekitar Rp22 juta, 2017 sekitar Rp13, 2 juta dan 2018 sekitar Rp39,6 juta.

Belanja Barang dan Jasa (Belanja Bahan Bakar Minyak/Gas) pada 2015 sekitar Rp5 juta, 2016 sekitar Rp18 juta, 2017 sekitar Rp11 juta dan 2018 sekitar Rp20 juta. Belanja Sewa Perlengkapan dan Peralatan Kantor (Belanja Sewa Meja Kursi) pada 2015 sekitar Rp8 juta, 2016 sekitar Rp8 juta, 2017 sekitar Rp4,44 juta dan 2018 sekitar Rp5,5 juta.

Belanja Sewa Tenda pada 2015 sekitar Rp40 juta, 2016 sekitar Rp20 juta, 2017 sekitar Rp38 juta dan 2018 sekitar Rp20 juta. Belanja Sewa Peralatan Sound Sistem pada 2015 sekitar Rp40 juta, 2016, nihil, 2017 sekitar Rp30 juta dan 2018 sekitar Rp27 juta.

Belanja Perjalanan Dinas Luar Daerah pada 2015 sekitar Rp28 juta, 2016 sekitar Rp164 juta, 2017 sekitar Rp64 juta dan 2018 sekitar Rp43 juta. Dengan menghabiskan anggaran dua milyaran rupiah lebih empat tahun berturut-turut, hendaknya menjadi bahan evaluasi, apakah kegiatan Festival Wisata Bahari tetap harus terus dilaksanakan, jika tak berdampak pada perkembangan wisatawan ke Natuna? (*andi surya)