Breaking NEWS
17 October 2018

Kolonel Prasetya Halim, Danlanud RSA Ranai

KOLONEL Prasetya berbincang dengan awak media

infonusantara.co.id, NATUNA – Perwira penerbang melati tiga itu, cukup ramah, ketika sejumlah awak media bertemu dengannya di ruang VIP Pangkalan TNI Angkatan Udara Raden Sadjad (Lanud RSA) Ranai, Natuna, Selasa 15 Mei 2018 pagi. Prasetya Halim, nama lengkap Komandan Lanud RSA Ranai itu. Dengan pangkat Kolonel Penerbang (Pnb).

Prajurit pesawat tempur hawk itu, terbilang cukup baru menjabat Danlanud RSA Ranai. Ia menggantikan Kolonel (Pnb) Azhar Aditama, yang kini dipromosi sebagai Dan Wing 6 Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru, Riau. “Saya adik leting Pak Azhar,” katanya. “Saya Taruna Akademi TNI Angkatan Udara 1994, Beliau 1993.”

Perwira berdarah Minang itu, sangat senang bisa bertemu awak media. Pertemuan dengan suguhan kopi hangat, dan bakso bihun lezat, canda tawa terdengar. “Kata Ustadz, ada tiga hal wajib dilakukan saat nyambut puasa,” kata Kolonel Prasetya. “Maaf bermaafan pada orang tua, kawan-kawan dan keluarga, atau suami istri.”

Dengan kerendahan hati, pejabat yang dianugerahi dua anak ini, menyatakan dalam berkarier di TNI AU, ia biasa-biasa saja, layaknya prajurit lain. Ia pernah bertugas di Pekanbaru, Medan, Pontianak dan Jogja. Di Pontianak, menjabat Dan Wing.

“Serah terima dengan Pak Azhar kemarin, bagai nostalgia tujuh tahun lalu,” katanya. “Serah terima dipimpin langsung Pak Panglima Komando Operasi Angkatan Udara (Pangkoopsau) I Marsekal Muda TNI Nanang Santoso.”

Kolonel Prasetya, akan bekerja terbaik sebagai komandan penjaga keamanan udara kabupaten kepulauan perbatasan di tengah negara Asean ini. Apalagi, historis pembangunan Lanud RSA Ranai, tak terlepas dari sumbangsih masyarakat bersama prajurit AURI (TNI AU-red).

“Tadi saya putar-putar naik ontel. Saya ingin kenal masyarakat Penagi. Tapi saya rasa, masyarakat asli sana, banyak pindah,” katanya. “Berdiri Lanud tak terlepas peran masyarakat Penagi. Silahturahmi tak akan pernah putus, hingga kapan pun.”

Kolonel Prasetya tetap, akan meneruskan kebijakan pemimpin terdahulu, siaga jaga wilayah udara perbatasan, dan selalu menjalin silahturahmi dengan masyarakat Natuna. Sebab antara TNI AU dengan masyarakat tak bisa dipisahkan.

“Saya merasa diuntungkan. Pak Kadisops Lanud RSA Ranai (Letkol Pom Fanny Phlilip), istrinya orang Penagi,” terangnya. “Jadi kami di sini, bukan orang lain bagi masyarakat Natuna.” (*andi surya)