Breaking NEWS
19 April 2018

Kunker ke Jatim, Presiden Serahkan Sertifikat Tanah Rakyat Malang

infonusantara.co.id, MALANG – Usai menghadiri silaturahmi dengan para pengelola dan nasabah Bank Wakaf Mikro di Istana Negara Jakarta, Presiden Joko Widodo langsung bertolak ke Jawa Timur, Rabu 28 Maret 2018. Melalui Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta, Kepala Negara beserta rombongan lepas landas menggunakan Pesawat Kepresidenan RJ-85 sekira pukul 14.45 WIB.

Turut mendampingi, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Sofyan Djalil, Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Staf Khusus Presiden Sukardi Rinakit, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, Sekretaris Militer Presiden Marsda TNI Trisno Hendradi, dan Komandan Paspampres Mayjen TNI (Mar) Suhartono.

Rombongan tiba di Pangkalan TNI AU Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang pukul 16.15 WIB. Setelah mendarat, Presiden langsung menuju UPT. GOR Ken Arok, berlokasi di Jalan Mayjend Sunkono, Kelurahan Buring, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang untuk menyerahkan langsung sertifikat tanah. Sebanyak 5.153 sertifikat tanah diserahkan pada masyarakat Kabupaten Malang, Kota Malang, hingga Kota Batu.

“Sore hari ini diserahkan 5.153 sertifikat. Coba sertifikatnya diangkat tinggi-tinggi supaya kelihatan semua. Sertifikat sudah diserahkan dan tidak ada pengibulan,” kata Presiden.

Penyerahan sertifikat ini, menurut Presiden, sangat penting karena banyak laporan sengketa lahan, baik antara masyarakat dengan masyarakat, masyarakat dengan pemerintah, masyarakat dengan perusahaan, atau masyarakat dengan BUMN.

“Semua sengketa karena belum ada tanda bukti hak hukum atas tanah yang namanya sertifikat. Jadi kalau ada yang mengakui, tinggal tunjukan bukti ini tanah saya,” ujarnya.

Oleh karena itu, Presiden mengatakan dirinya terus mengejar target menyelesaikan pembagian sertifikat ini. Untuk tahun ini ditargetkan 7 juta sertifikat dibagikan kepada masyarakat. Tahun sebelumnya baru 5 juta sertifikat. Adapun target tahun depan menurut Presiden, 9 juta sertifikat.

“Dari 126 juta (sertifikat), separuh saja belum ada karena sebelumnya tiap tahun sertifikatnya tidak sampai 1 juta dibagikan. Kalau nunggu tiap tahun cuma 500-600 (ribu) sertifikat, baru 160 tahun rampung,” lanjutnya.

Dalam kesempatan itu Presiden juga mengingatkan kepada masyarakat agar menjaga sertifikatnya dengan baik. “Saya titip tolong dimasukkan di plastik kemudian di fotokopi. Yang asli taruh di lemari satu. Yang fotokopi taruh di lemari satu lagi. Biar kalau hilang bisa langsung urus ke BPN,” katanya.

Selain itu, Presiden mengingatkan agar masyarakat berhati-hati ketika ingin menggunakan sertifikatnya untuk agunan ke bank. Menurutnya, pinjaman ke bank harus digunakan untuk modal kerja, usaha, atau investasi.

“Silahkan kalau dipakai agunan ke bank. Tapi tolong sebelum dipakai agunannya, dihitung dulu. Kalau nggak bisa mencicil, jangan. Kalkulasinya harus masuk, silahkan datang ke bank cari bunga murah. Ada KUR hanya 9 persen. Tahun ini ada 7 persen. Ringan (cicilan) pertahun. Saya titip jangan dipakai bersifat kenikmatan saja,” lanjut Kepala Negara.

Setelah acara penyerahan sertifikat, Presiden beserta rombongan bermalam di Kota Malang untuk melanjutkan kegiatan kunjungan kerja keesokan harinya. (*andi surya)