Breaking NEWS
22 August 2019

Lapangan Bola Tak Sesuai Bestek, Arifin: Kami Jumpa Ketua BPD Bukan Kades Batu Gajah

KARANG Taruna Batu Gajah saat mengadakan pertemuan di Kantor BPD Batu Gajah

infonusantara.co.id, NATUNA – Ketua Karang Taruna Batu Gajah Arifin perlu meluruskan pemberitaan sebelumnya, tentang pertemuan hasil pekerjaan pembangunan lapangan bola di kampungnya tak sesuai rencana pembangunan (bestek-red). Pertemuan antara ia bersama para pemuda desa bukan dengan Kepala Desa Batu Gajah Bahtiar, melainkan Ketua Badan Pemusyawaratan Desa (BPD) Batu Gajah Wahyudin.

“Kami jumpa Pak Wahyudin, Ketua BPD Batu Gajah, mempertanyakan fungsi pengawasan lembaga itu terhadap kinerja Kades dalam mengelola anggaran desa,” kata Arifin via WhatsApp, Jumat 17 Mei 2019. “Khusus dalam penggunaan anggaran pekerjaan pembangunan Lapangan Bola Batu Gajah pada 2018.”

Pekerjaan pembangunan itu, menurut Arifin, tak sesuai rencana awal, misal dalam penggunaan tanah timbun. Karena pihak desa sebagai pengelola kegiatan, menggunakan jenis sirtu (pasir batu).

Jadi, atas kejanggalan penggunaan tanah timbun itu, ia beserta sejumlah pemuda desanya mendatangi Kantor BPD Batu Gajah pada Selasa 14 Mei 2019. Padahal anggaran pembangunan lapangan bola itu, cukup besar, sekitar Rp261 juta. “Tapi hasil pekerjaan, kami nilai asal-asalan,” katanya.

Pekerjaan pembangunan Lapangan Bola Batu Gajah, terang Arifin, dimulai sejak 14 Maret 2018. Target pekerjaan selama dua bulan. Nyatanya, memasuki April 2019, Lapangan Bola Batu Gajah, tak bisa dipergunakan untuk olahraga.

“Kalau di hitung-hitung, total pembangunan Lapangan Bola Batu Gajah hampir mencapai Rp591 juta,” terangnya. “Bebas lahan sekitar Rp330 juta, pekerjaan sekitar Rp261 juta.

Ketua BPD Batu Gajah Wahyudin hingga berita dipublikasi belum dikonfirmasi tentang kunjungan Ketua Karang Taruna Batu Gajah Arifin dan sejumlah pemuda ke kantornya, mempertanyakan pengawasan lembaganya terhadap pekerjaan pembangunan Lapangan Bola Batu Gajah pada 2018, tak sesuai rencana pekerjaan.

Sementara, Kades Batu Gajah Bahtiar menyangkal pembangunan Lapangan Bola Batu Gajah tak sesuai rencana pekerjaan. Malahan dalam pembangunan, ia rela mengeluarkan uang pribadi, demi siapnya lapangan bola itu.

“Anggaran banyak habis pada pematangan lahan,” alasan orang nomor satu di Desa Batu Gajah yang bermasalah pada pekerjaan pembangunan Surau Sekebun itu, via ponsel, Kamis 16 Maret 2019. “Target menggunakan alat berat hanya tiga hari, ternyata lebih.”

Yang anehnya keputusan Bahtiar membangun Lapangan Bola Batu Gajah, hanya berjarak sekitar 100 meter dari lapangan bola lama. Kenapa lapangan bola lama tak ditingkatkan sarana prasarananya?

“Lapangan bola lama, lahan milik masyarakat,” kelit Bahtiar. “Lagi pula luas lahan tak sesuai dengan luas lapangan bola sesungguhnya,” kelitnya lagi, sambil menambahkan, Lapangan Bola Batu Gajah yang baru belum bisa dipergunakan, mengingat masih dalam tahap pemeliharaan rumput. (*andi surya)

336x280ad