Breaking NEWS
18 June 2019

Lapangan Bola Tak Sesuai Bestek, Karang Taruna Batu Gajah Jumpa Kades

KARANG Taruna dan para pemuda Batu Gajah saat mengadakan pertemuan di kantor desa

infonusantara.co.id, NATUNA – Ketua Karang Taruna Batu Gajah Arifin merasa perlu meluruskan, hasil pekerjaan pembangunan lapangan bola di kampungnya. Karena hasil pantauan ia bersama sejumlah pemuda desa yang berada di wilayah Kecamatan Bunguran Timur, Ranai itu, tak sesuai rencana pembangunan (bestek-red).

“Keinginan kami, tanah timbun digunakan, bukan jenis sirtu (pasir batu),” kata Arifin dihubungi via WhatsApp, Rabu 15 Mei 2019. “Nyatanya, pihak desa sebagai pengelola kegiatan, menggunakan jenis sirtu.”

Jadi, atas kejanggalan penggunaan tanah timbun itu, Arifin beserta sejumlah pemuda desanya mendatangi Kantor Desa Batu Gajah, Selasa 14 Mei 2019. Kehadiran mereka berjumpa dengan Kades Batu Gajah Bahtiar.

“Kami mempertanyakan penggunaan tanah timbun jenis sertu itu,” kata Arifin. “Padahal anggaran Desa Batu Gajah pada 2018, dipergunakan cukup besar, sekitar Rp261 juta, hasil pekerjaan lapangan bola, kami nilai asal-asalan.”

Pekerjaan pembangunan Lapangan Bola Batu Gajah, menurut Arifin, dimulai sejak 14 Maret 2018. Target pekerjaan selama dua bulan. Nyatanya, memasuki April 2019, Lapangan Bola Batu Gajah, tak bisa dipergunakan untuk olahraga.

KONDISI Lapangan Bola Batu Gajah

“Kalau dihitung-hitung, total pembangunan Lapangan Bola Batu Gajah hampir mencapai Rp591 juta,” terangnya. “Bebas lahan sekitar Rp330 juta, pekerjaan sekitar Rp261 juta.

Kades Batu Gajah Bahtiar menyangkal pembangunan Lapangan Bola Batu Gajah tak sesuai rencana pekerjaan. Malahan dalam pembangunan, ia rela mengeluarkan uang pribadi, demi siapnya lapangan bola itu.

“Anggaran banyak habis pada pematangan lahan,” alasan orang nomor satu di Desa Batu Gajah yang bermasalah pada pekerjaan pembangunan Surau Sekebun itu, via ponsel, Kamis 16 Maret 2019. “Target menggunakan alat berat hanya tiga hari, ternyata lebih.”

Yang anehnya keputusan Bahtiar membangun Lapangan Bola Batu Gajah, hanya berjarak sekitar 100 meter dari lapangan bola lama. Kenapa lapangan bola lama tak ditingkatkan sarana prasarananya?

“Lapangan bola lama, lahan milik masyarakat,” kelit Bahtiar. “Lagi pula luas lahan tak sesuai dengan luas lapangan bola sesungguhnya,” kelitnya lagi, sambil menambahkan, Lapangan Bola Batu Gajah yang baru belum bisa dipergunakan, mengingat masih dalam tahap pemeliharaan rumput. (*andi surya)