Breaking NEWS
18 June 2019

Mahasiswa Geografi UNIMED Bersama BPBD Sumut Gelar Simulasi dan Pelatihan Tanggap Bencana ke Kampus

Kepala Instruktur BPBD Sumut Daniel Dachi dan rekan serta panitia kegiatan simulasi dan pelatihan tanggap bencana berfoto bersama.

infonusantara.co.id, Medan – Mahasiswa Geografi Universitas Negeri Medan yang tergabung dalam Komunitas Geografi Tanggap Bencana (KOGRATA) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Utara menggelar simulasi dan pelatihan tanggap bencana kepada mahasiswa di Fakultas Ilmu Sosial Unimed, Sabtu (24/11/2018).

Sebelumnya, Dekan Fakultas Ilmu Sosial Unimed, Dra. Nurmala Berutu, M.Pd mengapresiasi kegiatan simulasi dan pelatihan tanggap bencana tersebut dan berharap program ini berkelanjutan dan menjadi batu loncatan untuk menjadikan sebuah kerjasama atas nota kesepahaman (MoU) antara BPBD Sumut dan Unimed khususnya jurusan pendidikan geografi serta mengingatkan kepada mahasiswa perlunya pengetahuan, keterampilan dan reaksi cepat saat bencana terkhusus bagi mahasiswa geografi, mengingat Sumatera Utara rentan dengan bencana.

Kegiatan evakuasi menggunakan alat flying fox pada gedung bertingkat tiga.

Kegiatan evakuasi menggunakan alat flying fox pada gedung bertingkat tiga.

Dalam kegiatan tersebut, petugas melakukan simulasi dan arahan mengenai penyelamatan diri saat terjadi gempa bumi pada gedung bertingkat dan pelatihan mengenai pertolongan pertama melalui serangkaian kegiatan materi dengan menggunakan peralatan yang mumpuni.

“Ketika terjadi bencana gempa bumi saat kita berada di gedung, hal pertama yang harus kita ketahui adalah jangan panik, ingat ! jangan panik, segera lindungi kepala atau berlindung dibawah meja. Selanjutnya ketika keadaan sudah aman kita harus berjalan cepat melalui jalur evakuasi sambil melindungi kepala dan cari tempat terbuka, jangan berdesak-desakan” kata Tringani Barus saat memberi pengarahan kepada mahasiswa sebelum simulasi dimulai.

Tringani Barus mengatakan bahwa evakuasi korban tidak selamanya berjalan mulus dan sesuai rencana, terkadang tim harus mempersiapkan jalur alternatif seandainya jalur evakuasi tidak bisa dilewati karena ada gangguan ataupun terjadi kerusakan.

Kepala Instruktur BPBD, Daniel Dachi menambahkan akibat gempa bumi biasanya sering menyebabkan timbulnya titik-titik api, maka dari itu kita harus memadamkan listrik.

“Seandainya tidak ditemukan alat pemadam api di TKP, maka kita bias menggunakan alternative karung goni yang dibasahi air atau pasir untuk memadamkan api,” pungkasnya. ( Oleh : Jovin Sidabutar)