Masyarakat Kecewa Tuding Utamakan Calo Pengambilan Nomor Antrian di Kantor Imigrasi Batam Ricuh

WP_20160509_002infonusantara.co.id, Batam – Slogan   atau motto  yang kerap  digaungkan kantor Imigrasi kelas IA Khusus  Batam,  “Melayani dengan Tulus” dengan visi : Masyarakat memperoleh kepastian hukum dan misi : melindungi hak asasi manusia, seperti pernah  disorot  media ini  ternyata benar hanya  sebatas  diatas kertas saja.  Buktinya,  untuk pengambilan nomor antrian guna mengambil  berkas permohonan buku paspor, sampai ricuh di bagian belakang kantor.   Masyarakat yang sedang mengurus buku paspornya kepada media ini menyebut,  kericuhan sudah sering terjadi hanya  untuk pengambilan nomor antrian saja  seperti yang terjadi Senin (9/5) 2016.   Seorang lelaki paroh baya sempat bersitegang dengan piket bagian pengamanan dalam karena ingin maju mendekati bagian informasi untuk menanyakan sekaligus menambil  nomor antrian.   Namun petugas pengamanan dalam tidak memperbolehkannya di tengah desakan puluhan yang akan mengambil bnonmor antrian  dan menyerahkan berkas  untuk mendapatkan  nomor antrian untuk   foto setelah berkasnya diteliti.

        Suara gaduh dan masyarakat yang berdesak-desakan membuat suasana ricuh saat jam dinding menunjukkan pukul 10.05.  Dalam pemberitahuan memang disebutkan,  hanya sampai pukul 10,00  diberikan nomor antri  maupun   penyerahan berkas  untuk mendapatkan nomor antri foto.  Menjelang pukul  10.00  itulah  masyarakat berdesak-desakan untuk mendapatkan nomor antri foto maupun  untuk nomor antri mendapatkan berkas.  Suara riuh yang membuat gaduh  memaksa pegawai Imigrasi turun tangan.  Salah seorang pegawai Imgrasi bernama Yohana sampai turun menenangkan lelaki  yang tak puas karena tak diijinkan untuk mengambil nomor antri.  Kemudian petugas pengamanan dalam benama Sulasmono berdialog dengan lelaki itu.  Akhirnya suasana reda setelah petugaas keamanan menyebut,  bahwa besok paginya akan diutamakan  yang belum mendapat nomor antrian.

      Kepada Info Nusantara lelaki yang tak puas atas layanan Imigrasi itu menjelaskan,  Ia sudah berada sejak pukul 07.30  untuk mendapatkan niomor antri. Namun karena pintu baru dibuklan pukul 08.00  sementara ratusan orang  yang sudah menunggu  hingga akhirnya yang pagi-pagi sekalipun tiba di kantor Imigrasi,  tidfak kebagian  nomor antrian.    Lelaki  yang tak bersedias  menyebut namanya itu menjelaskan,   aturan  yang dibuat membatsi jam pengambilan  nomor antrian  hanyalah akal-akalan Imigrasi Batam yang sebenarnya  adalah  untuk mendahulkan para ‘calo’  yang ditimpali dua wanita  yang juga kecewa  tak mendapat nomopr antrian  kendati  sudah  sampai di kantor Imigrasi pukul 07.00.   Kericuhan  seperti yang terjadi Senin (9/5) pagi  memang sudah kerap terjadi,  berdesak-desakan hanya  untuk mendapatkan nomor antri.  Dengan  demikian bagaimana slogan kantor Imgrasi Batam yang menyebut :Melayani dengan Tulus”  jika  hanya  untuk mendapatkan nomor antrian sulitnya  luar biasa? Belum lagi  proses waktu pengurusannya  yang memakan waktu lama.   Sementara diperoleh keterangan  pungutan  setengah  resmi  semacam   uang   ‘BU;  sampai saat ini masih tetap diterapkan di klantor Imigrasi Batam.

         Sebelumnya,  Kepala Kantor Imigrasi yang lama Murni menyebut,  bahwa  segala bentuk  pungutan diluar  tarif  biaya yang ditentukan  adalah  pungutan liar,  termasuk  uang  BU.      Namun  nyatanya,  sampai  saat ini  uang  BU  itu  maaih  tetap berjalan di kantor  Imigrasi Batam.     Karenanya,  masyarakat  yang  mengurus   dokumen keimigrasian di kantor Imigrasi Batam menyebut,  bahwa  slogan melayani dengan tulus  itu adalah  slogan  kosong tanpa makna.     Sementara Kepala Kantor Imigrasi Batam  Agus Wijaya  senantiasa  menghindar sat akan dikonfirmasi.  Demikian juga bagian Forsakim  yang  seharusnya  memberikan informasi,  juga  terkesan  mengelak  saat akan dikonfirmasi.  (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *