Mengintip, Proyek Miliaran Multiyear Kecamatan Kuala Kampar ?

Terlihat dalam gambar Ekskapator PT. Sepakat yang tengelam di persawahan di desa sugai solok kecamatan Kuala Kampar- Kabupaten Pelalawan
Terlihat dalam gambar Ekskapator PT. Sepakat yang tengelam di persawahan di desa sugai solok kecamatan Kuala Kampar- Kabupaten Pelalawan Prov. Riau

infonusantara.co.id, Kuala Kampar – Bagi warga masyarakat Desa Sungai Solok dan Sungai Upeh serta Desa lain di Kecamatan Kuala Kampar Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau yang mayoritas penduduknya menggantungkan hidup sebagai petani padi dan berkebun kelapa, sarana transportasi darat yang jauh dikatakan layak nyaris tidak pernah dirasakan, mulai dari jalan yang hanya berukuran setengah meter, jalan yang rusak hampir disetiap perjalanan, kubangan lumpur yang wajib dilewati, kesemuanya merupakan kesempurnaan dan bukti nyata, bobroknya cara kerja Pemerintah Daerah didalam meningkatkan tarap kesejahteraan warga di Kecamatan Terjauh Gerbang Laut menuju Kabupaten Pelalawan tersebut.

 Awalnya, kehadiran Proyek Multi Year dengan Pagu Anggaran sebesar Rp 25 Miliar yang menghabiskan dana APBD yang nota-bene merupakan uang rakyat, guna pembangunan jalan semenisasi sepanjang 15 Km dengan lebar 2,5 Meter, dan menjadi bayangan mulai terbenahnya jalan yang layak untuk dilewati dalam waktu cepat, sepertinya untuk saat ini masih sebatas Utopia ( Hayalan ) belaka, bagi ratusan warga Desa Sungai Solok dan Sungai Upih serta Desa lainnya, betapa tidak Keberadaan PT. Sepakat sebagai Pihak Pemenang Tender Proyek Multi Year dengan nilai anggaran Rp. 25 Miliar tersebut, sepertinya sangat tidak profesional, setelah turun kelokasi proyek dengan kondisi tanah Gambut, material pembangunan jalan sudah mulai didatangkan, pekerjaan dilakukan, keberadaan semenisasi jalan yang baru hampir mendekati 1 Km, tanpa diketahui oleh berbagai pihak, pekerjaan pembangunan jalan terhenti dan H. Tuah selaku Direktur PT. Sepakat sudah mulai tidak terlihat turun kelokasi proyek, Ponsel Tidak pernah diaktifkan, sementara para pekerja pembangunan jalan tertunggu-tunggu tanpa kejelasan.

Pantauan wartawan media ini di lapangan, pemondokan para pekerja sekaligus menjadi tempat penyimpanan bahan material dan alat transportasi Proyek semenisasi jalan, seperti besi, semen, empat unit Truk Cool Diesel dan sepuluh Unit Transportasi Honda Ceisar serta berbagai peralatan Material lainnya menjadi rusak, besi menjadi berkarat, semen mengeras, transportasi rusak dan terkesan tidak lagi dapat dipergunakan.

Bahkan yang lebih parahnya lagi satu unit alat berat berupa Ekskapator kepunyaan PT. Sepakat tenggelam diseputaran persawahan warga penggir jalan semenisasi yang akan dikerjakan pembangunannya, dan sampai berita ini dimuat keberadaan Ekskapator yang tenggelam belum diangkat kepermukaan lumpur air sawah.

Menurut Kepala Desa Sungai Solok A.Haris Rabu (25/05) sejak awal kedatangan H.Tuah selaku Direktur PT. Sepakat turun ke Desa Solok hingga memulai pekerjaan pembangunan jalan semenisasi hingga sampai saat ini dan kemungkinan berakhirnya masa proyek sekitar bulan Juli tahun 2016, H.Tuah tidak pernah melakukan silaturahmi ke kantor Desa akan rencana Proyek semenisasi jalan yang dibangunnya, sehingga kita ( Kades-Red ) tidak mengetahui secara persis permasalahan apa yang dihadapi oleh H.Tuah sehingga Proyek Jalan Semenisasi bisa terhenti, sementara para pekerja yang belum dibayarkan upahnya dan toko-toko yang dihutangi barang material, kesemuanya bertanya kepada Kades kata Haris.

Semenjak kedatangan Anom Pembantu Pelaksana PT. Sepakat yang meneruskan pembangunan semenisasi jalan, sungguhpun masa pengerjaan hanya tinggal dua bulan, tetapi keseriusan Bapak Anom cukup diangkat jempol, semua hutang para pekerja dan toko dibayar, perangkat Desa dan warga diajak berkomunikasi, tinggal dipemukiman warga hingga berbulan-bulan oleh bapak Anom dianggap hal biasa, yang terpenting apa yang diamanahkan selaku Pembantu Pelaksana dapat berbuat sebatas masa jatuh tempo pekerjaan yang diberikan.

Ditempat terpisah, Anom Pembantu Pelaksana Proyek dari PT. Sepakat ketika dijumpai dan diminta komentarnya menjelaskan, kehadiran dirinya dari permasalahan pelik yang dihadapi, jelas tidak menjadi beban moral bagi dirinya (Anom-Red ), hal ini mengingat dirinya diminta bantu oleh PT. Sepakat, disetujui Dinas dan badan serta Instansi terkait untuk coba memulai pembangunan jalan semenisasi yang dulunya terbengkalai, sebatas mana kelanjutan pekerjaan nantinya yang dapat kita dikerjakan hingga batas jatuh tempo, seterusnya Kita kembalikan kepada Pihak Dinas, Badan serta Instansi terkait ungkap Anom.

Harapan Kita ujar Anom, Pihak Dinas, Badan serta Instansi terkait dapat memberikan kelonggaran waktu pekerjaan, karena bagaimanapun, sungguhpun bekerja disetengah jalan dengan kondisi alam yang bertanah gambut ditambah cuaca penghujan seperti saat ini, jelas bukan merupakan suatu pekerjaan yang mudah semudah “Membalikkan telapak Tangan” sanksi Administrasi maupun proses Hukum silakan berjalan, tetapi harapan tulus warga masyarakat untuk dapat terselesainya jalan yang memadai perlu mendapatkan perhatian serius ucap Anom.

Menurut Muslimin RT 08/ RW 03 Parit Senang Desa Sungai Solok saat diminta tanggapannya menyatakan, dirinya ( Muslimin-Red) tidak menyangka Proyek Multi year yang menghabiskan Dana tidak sedikit tersebut bisa terbengkalai, padahal disetiap paket Proyek Dinas Kimpraswil dan atau Dinas PU Kabupaten Pelalawan telah menempatkan para Pengawas Pembangunan Jalan, apa Pegawai Dinas yang diperbantukan untuk mengawas tidak pernah berada ditempat sehingga Proyek bisa terbengkalai.

Lebih jauh menurut Muslimin, Idealnya Pemerintah Daerah sewajarnya memberikan Proyek kepada para Kontraktor dengan nilai besar secara per-paket, seperti paket Penimbunan, setelah satu tahun berjalan dilanjutkan dengan paket Pengerasan dan seterusnya paket senemisasi, bukan seperti proyek semenisasi yang terjadi dan terbengkalai saat ini, dimana rata-rata Proyek Multi Year Dana Semenisasi mulai dari Paket 8 dan 9 serta paket 10, antara penimbunan dan pengerasan hanya berjarak tiga hari yang seterusnya dilakukan semenisasi, resikonya jalan siap, jaminan daya tahan dipertanyakan, keretakan dan pecahnya jalan sudah pasti kata Muslimin…Bersambung (Iwan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *