Mewujudkan Lembah Seribu Bunga

Lembah Seribu Bunga merupakan salah satu wilayah di Desa Barusjahe Kabupaten Tanah Karo yang hendak diproyeksikan menjadi salah satu destinasi wisata yang menarik. Namun, keberadaan tempat ini sempat menjadi pertanyaan bagi publik, sebab perwujudan dari tempat ini belum menunjukkan kesesuaian namanya dengan keadaan sebenarnya tempat tersebut. Maka tak jarang masyarakat menyebut Lembah Seribu bunga itu merupakan hoax.

Namun, angin segar berhembus. Keberadaan Lembah Seribu Bunga tak lama lagi akan berwujud nyata, bukan hoax. Perwujudan tersebut tak lepas dari peran masyarakat dan komunitas yang tergabung sebagai peserta Solidaritas Penanaman Bunga. Para peserta yang turut andil sebelumnya melakukan kegiatan camping bersama sehari sebelum aksi penanaman. Ratusan peserta baru melakukan penanaman berabagai macam jenis bunga di Lembah Seribu Bunga .

Berbagai komunitas turut serta dalam kegiatan tersebut. SIMPEL(Solidaritas Mahasiswa Peduli Lingkungan) yakni salah satu organisasi yang konsern di bagian lingkungan ikut turut andil dalam kegiatan tersebut. SIMPEL sendiri membawa sekitar 200 bibit bunga lebih untuk turut serta dalam kegiatan tersebut.

Ketua SIMPEL, Alfonsius Simanungkalit, merasa bahwa hal ini sangat baik untuk dilakukan. Ia mengatakan membantu masyarakat Desa Barusjahe untuk merawat alam sekaligus memberdayakan masyarakat dengan melahirkan destinasi wisata sangat perlu dilakukan.

“Sebagai organisasi yang beranggotakan mahasiswa, tentu SIMPEL akan selalu siap untuk membantu masyarakat yang membutuhkan bantuan. Ke depannya SIMPEL akan berkunjung secara berkala untuk terus membantu masyarakat Desa Barusjahe dalam mewujudkan dan mengelola Lembah Seribu Bunga,” ujar Alfonsius.

Masyarakat desa Barusjahe sangat antusias dan berterima kasih kepada seluruh peserta yang terlibat dalam kegiatan tersebut.

“Semoga Tuhan yang membalas kebaikan semuanya. Karena tanpa kalian semua kami tidak mampu mengelola lembah ini. Jadi kami harap jangan berhenti disini. Kami sangat butuh uluran tangan untuk menjadikan lembah ini sesuai impian kita. Lembah ini milik kita bersama maka mari kita jaga bersama ciptaan Tuhan ini,” ujar Sempurna Barus, Panita pengelola Lembah Seribu Bunga yang juga merpakan masyarakat Desa Barusjahe.

Lembah Seribu Bunga desa Barusjahe akan menjadi suatu perwujudan nyata manusia merawat alam dan memberdayakan manusia lainnya. Dengan kerjasama yang baik seluruh elemen masyarakat semoga perwujudan itu akan segera terealisasikan.