Breaking NEWS
19 April 2018

Nobar Anak-Anak di Mes Perwira Lanal Ranai

SUASANA nobar di Mes Tjiptadi Lanal Ranai

infonusantara.co.id, NATUNA – Tawa Cahyo terdengar bergema, di ruang Mes Perwira Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Ranai, Natuna, Sabtu 14 April 2018. Anak lelaki usia tujuh tahunan itu tertawa, karena film di tonton, kartun singa super kocak.

Namun Cahyo tak sendiri di mes tertulis di tembok kanan, pintu masuk utama, bernama Mes Tjiptadi itu. Ia ditemani puluhan anak-anak seusianya. Usai Cahyo tertawa, Resti, rekannya tiba-tiba tertawa terpingkal-pingkal. Rupanya jagoan film kartun, Singa membuat tingkah lebih kocak. Cahyo, kembali turut tertawa.

Sekelumit, situasi gembira anak-anak bisa nonton bareng (nobar). Kebijakan nobar ini, salah satu kebijakan Komandan Lanal Ranai Kolonel Laut (P) Harry Setyawan. Informasi diterima, sejak mantan Komandan Pasukan Kapal Selam Nagapasa itu, menjadi orang nomor satu di Lanal Ranai, nobar terselenggara.

Kolonel Harry, saat dimintai tanggapan, hanya tersenyum, sambil menyeruput teh hangat. Tak lupa, ia menyediakan kopi hangat pada Info Nusantara dan seorang rekan wartawan lainnya. “Saya senang melihat anak-anak gembira,” ujarnya singkat.

Ia juga tertutup dengan niat ingin membuat tempat bermain anak-anak di Markas Komando Lanal Ranai. Hanya lokasi permainan masih dicari, dimana pas di bangun. “Tak perlu ditulis niat itu,” katanya, kembali tersenyum.

Nobar di Mes Tjiptadi, terdengar kabar akan tetap dilaksanakan usai sholat Isya, setiap malam minggu. Hanya satu film kartun di putar, agar anak-anak usia sekolah itu, jangan pulang malam. Dengan kebijakan nobar ini, Kolonel Harry telah membuat suasana baru bagi anak-anak.

Karena bukan rahasia, gara-gara kecanggihan media ponsel, anak-anak hingga orang dewasa, kurang suka bergaul. Mereka hanya asyik pada dunia sendiri, yaitu: dunia maya atau internet yang menyediakan layanan video game.

Sehingga silahturahim mulai terkikis perlahan-lahan. Maka, kebijakan Kolonel Harry melaksanakan nobar bagi anak-anak, salah satu cara menghilangkan ketagihan internet.

Apalagi Natuna, kabupaten kepulauan perbatasan di tengah Asean ini, tak punya lokasi permainan anak-anak. Otomatis, semakin memperkuat anak-anak bermain sendiri melalui dunia maya. Mereka bakal tak suka bergaul. Dunia anak-anak akan rusak kedepannya.

“Sementara, saya hanya bisa mengajak anak-anak prajurit tinggal di asrama Lanal Ranai,” kata Kolonel Harry. “Lokasi terbatas, dan kita belum punya layar lebar, agar bisa mengajak anak-anak Natuna lainnya.” (*andi surya)