Breaking NEWS
22 September 2019

Notaris Wany Thamrin Kembalikan Rp35 Juta, Tapi Ditahan BTN

photo01312infonusantara.co.id, BATAM- Laporan pengaduan  Murni  Liveon ke Polresta Barelang sejak 23 September 2016 lalu terhadap Notaris Wany Thamrin yang merasa dirugikan akibat biaya terlalu tinggi Rp45juta, ternyata masih berliku-liku.  Artinya,  belum ada penyelesaian yang jelas,  baik dari  pihak Notaris Wany Thamrin maupun dari pihak BTN cabang pembantu Sekupang.    Murni Liveon sebagai   korban dugaan permainan Notaris Wany Thamrin  yang diduga berkobolarasi dengan BTN,  kepada Media ini Senin (19/12) 2016  menjelaskan, laporan pengaduan ke unit V Satreskrim  Polresta Barelang,  juga sampai saat ini hanya dirinya yang di periksa atau di BAP pihak penyidik.    Sementara pihak terlapor dalam hal ini Notaris Wany Thamrin belum jelas diketahuinya,  apakah  sudah pernah diperiksa atau belum.

Sebab menurut Murni Liveon mengutip  keterangan salah seorang penyidik  bulan November lalu menyebut,  bahwa seorang Notaris isulit untuk diperiksa.  Murni Liveon yang didampingi suaminya juga merasa heran,  kenapa seorang Notairs sulit diperiksa sementara gubernur Ahok saja bisa diperiksa dan dijadikan tersangka.  Dalam beberapa kali   pemberitaan media ini,   Notaris Wany Thamrinyang akan dikonfirmasi langsung,  terkesan menghindar dan tidak bersedia ditemui.   Hanya sekali saja saat ditele[pon media ini menyebut,  bahwa urusannya dengan  Murni Liveon sudah selesai atau diselesaikan seraya menyebut,  sekarang urusan mereka (maksudnya Murni Liveon-red) berurusan dengan BTN.

Namun kenyataannya,  pengaduan atau laporan Murni Liveon ke Polresta Barelang,  hingga saat ini masih berlarut-larut.  Murni Liveon didampingi suaminya menjelaskan,  bahwa Notaris  Wany Thamrin akhirnya menyanggupi akan mengembalikan  sebagian biaya Notaris sebesar Rp35juta dari Rp45 juta sebelumnya.  Namun pengembalian itu kata  Murni Liveon mengutip janji Notaris Wany Thamrin melalui BTN Sekupang.  Nyatanya sampai saat ini,  bukti pengembalian  uang Rp35juta melalui BTN Sekupang itu tidak ada diberikan Notaris Wany Thamrin.  Bahkan saat akan ditanyakan ke BTN Sekupang,  jawaban dari BGTN Sekupang terkesan ngawur, kata Murni Liveon kepada Media ini Senin (19/12).  Pihak BTN  menyebut,  bahwa  uang pengembalian itu nanti untuk perpanjangan urusan UWTO lahan rmah Murni Liveon.  Jawaban itu tentu tidak masuk akal.  Sebab UWTO rumah mereka yang mereka beli itu,  baru berakhir  tahun 2021`.  Jikapun nanti UWTO perpanjangannya tahun 2021,  tidak perlu BTN mengurus perpanjangannya, bisa langsung  dirusu pemilik rumah,  kata Murni Liveon.

Ditambahkan,  mereka semakin bingung atas jawaban pihak BTN Sekupang  maupun penyidik unit V Satreskrim Polresta Barelang.   Pihak unit V Satreskrim Barelang justru kembali melakukan BAP terhadap Murni Liveon.   Padahal sudah pernah di BAP,  sementyara pighak terlapor Notaris Wany Thamrin  belum diketahui,  apakah sudah diperiksa.    Demkikian juga pihak BTN Swekupang,   terkesan megulur-ulur waktu mengenaio pengambalian  uang yang disebutNotaris Wany Thamrin akan dikembalikan Rp35juta melalui BTN Sekupang.  Sepetinya  BTN dan Notaris  kerjasama  dalam mempermainkan Murni Liveon, kata suaminya.

Demikian juga tentang premi asuransi yang disetorkan ke BTN Sekupang sebesar Rp4,1juta( Empat uuta seratus ribu rupiah)  hingga saat ini  tidak jelas bagaimana hasilnya.  Pihak  PT Proteksi Antar Nusa yang merupakan broker Asuransi berkantor  di kawasan Jakarta Selatan itu,  sudah pernah dihubungi  MUrni Liveon apakah memang  terdaftar di Asuransi tersebut.   Jawaban  yang diperoelh adalah,  bahwa nama Murni Liveon  tidak pernah terdaftar di asuransi yang disebutkan pihak BTN Sekyuapang,  apalagi sampai membayar premi.   OPerihal  Asuransi Jiwa dan kebakaran ini,  sebenaranya kata Murni Liveon, dari awal sudah curiga  karena polis yang diserahkan pihak BTN berbentuk scan.

Kemudian diketahui,  PT Proteksi Antar Nusa bukan perusahaan Asuransi,  tetapi merupakan Broker  Asuransi.    Tentang dugaan penipuan terhadap Asuransi fiktif itu,  Murni Liveon juga menyebut,  akan mengambil laangkah hukum.

Sementara itu,  Yudi  pegawai BTN bagian marketing yang akan dikonfirmasi  medfia ini  untuk menghindari nada sepihak,  tidak berhasil.  Namun  media ini akan trerus mengikuti perkembangan  aopa yang dialami Murni Liveon  yang diduga kuat sudah banyak makan korban-korban sebelumnya,  tetapi selama ini tidak ada pengaduan.(dusi)

336x280ad