Breaking NEWS
22 July 2019

Pasca Lebaran, Kodim Perbatasan Halal Bihalal dan Komsos

SAMBUTAN Dandim 0318/Natuna Letkol (Czi) Ferry Kriswardana

infonusantara.co.id, NATUNA – Pasca Lebaran Idul Fitri 1440 Hijriyah, Kodim 0318/Natuna melaksanakan Halal Bihalal. Giat Halal Bihalal disejalankan dengan Komunikasi Sosial (Komsos) itu, terselenggara di Gedung Serbaguna Markas Kodim 0318/Natuna, Jalan Bukit Arai, Ranai, Selasa pagi 18 Juni 2018. Hadir dalam acara, antara lain, GM FKPPI 3105/Natuna, LAM Natuna, Rapi Natuna, tokoh pemuda dan masyarakat.

Komandan Kodim 0318/Natuna Letkol (Czi) Ferry Kriswardana dalam sambutan menceritakan awal bertugas di kabupaten perbatasan ini. Awal bertugas melalui Grup WhatsApp internal institusinya, Ferry meminta para Babinsa di Kabupaten Natuna dan Kabupaten Kepulauan Anambas mendata orang keterbelakangan mental dan fakir miskin.

Dua minggu berlalu, tak ada tanda-tanda prajuritnya memposting data-data itu di beranda Grup WA internal. Sehingga ia membuat status, akan meninjau Koramil se-Natuna – Anambas. “Sempat saya bilang, hebat Natuna – Anambas, tak ada orang keterbelakangan mental dan fakir miskin.”

Dengan status itu, kata Ferry, mulai muncul data-data diperlukannya. “Bagi para prajurit Kodim 0318/Natuna, tolong bantu orang-orang hidup keterbelakangan mental dan miskin,” katanya. “Tak perlu bantuan besar, yang penting dapat memberi sedikit rezeki pada mereka.”

Awal bertugas juga, Ferry membentuk komunitas pencinta motocross, dengan nama Trabas. Komunitas ini, bukan hanya sebagai hobi, lebih pada mendongkrak wisata alam Natuna.

“Di sejumlah titik pelosok desa, kami menemui makam-makam tua bersejarah,” terang perwira melati dua TNI AD itu. “Makam-makam ini wajib dilestarikan, demi mendongkrak wisata sejarah kabupaten perbatasan ini.”

Sementara, dalam komsos, Ferry menerangkan soal tantangan bangsa-bangsa di dunia kedepan, tak terkecuali di Indonesia. Tantangannya, pertambahan penduduk dan kekurangan lahan. Alhasil akan terjadi krisis pangan, energi dan air.

“Hidup semakin kompetitif di dunia. Perang memperebutkan kekuasaan tak terhindarkan,” katanya. “Proxi War, atau menggunakan tangan pihak ketiga, mengadu domba, fitnah dan berita hoak.”

Jadi Ferry meminta pada masyarakat, khusus masyarakat Natuna, harus bijak dengan bermedia sosial. Jangan sampai terhasut berita-berita hoak itu. “Saya rasa, masyarakat Natuna bijak menela’ah informasi diterima,” pintanya, sambil terus memberi pemahaman pentingnya menjaga kesatuan dan persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (*andi surya)

336x280ad