Breaking NEWS
21 August 2018

PATROLI PERSAHABATAN, DANLANAL PERBATASAN

Danlanal Ranai bersama istri, setiba di Pelabuhan Tanjung Batu, Pulau Laut

Patroli ke Pulau Laut, Kolonel Harry tinjau Markas Posal, rencana pembangunan fasum hingga sosialisasi undang-undang perikanan pada kru Kapal Ikan Indonesia. Pulau Laut, kecamatan perbatasan Vietnam.

infonusantara.co.id, PULAU LAUT – Dingin embun pagi tak menghambat aktifitas Kolonel Laut (P) Harry Setyawan berkunjung ke Dermaga Pos TNI Angkatan Laut Penagi, Rabu 11 April 2018. Berpakaian loreng lengkap, Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Ranai, Natuna itu, tak sendiri, ia ditemani istri tercinta, Wini Widayanti.

Tampak hadir di dermaga, sejumlah prajurit TNI Angkatan Laut, antara lain, Komandan Posal Pulau Laut Letnan Dua Laut (S) Budi Utomo, Komandan Kapal TNI Angkatan Laut (KAL)-Sengiap, Letnan Dua Laut (P) Imam Sumardi, Dansub Unit Intel Lanal Ranai Letnan Dua Laut (P) Hendra Pranata dan Kasatkom Lanal Ranai Kapten Laut (E) Ervin Lingga.

Rupanya di pagi dingin itu, Kolonel Harry bersama istri, menjabat Ketua Jalasenastri Cabang 8 Korcab IV Daerah Jalasenastri Armada Barat Lanal Ranai, bersama prajuritnya, akan berpatroli ke Pulau Laut.

Danlanal Ranai bersama istri, (nomor tiga – empat kanan), foto bersama di Markas Posal Pulau Laut

“Sebenarnya, saya ingin bawa serta ibu-ibu Jalasenastri Lanal Ranai,” kata Kolonel Harry. “Namun cuaca kurang bersahabat, takut gelombang besar, saya hanya bersama istri ditemani salah seorang istri anggota Lanal Ranai.”

Pulau Laut, kecamatan paling ujung utara Indonesia. Yang berbatasan langsung negara Vietnam. Luas wilayah sekitar 37,58 kilometer, mempunyai tiga desa, yaitu: Air Payang, Kadur dan Tanjung Pala.

Dari belasan pulau berada diperairan Pulau Laut, paling terdepan dengan Vietnam, adalah Pulau Sekatung. Pulau Laut, sekitar enam jam perjalanan menggunakan transportasi laut dari Kota Ranai, ibukota Kabupaten Natuna.

Danlanal Ranai bersama Danposal Pulau di anjungan KAL – Sengiap saat berangkat ke Pulau Laut

Sementara hari beranjak pagi, KAL-Sengiap lepas tali dari Dermaga Posal Penagi. Kolonel Harry duduk di tengah ruang kemudi, bersebelahan Letda Imam. KAL-Sengiap mulai menyusuri laut luas. Hempasan gelombang menggoyangkan kapal. Hujan rintik-rintik menerpa kapal perang “mungil” milik Lanal Ranai itu.

“Kabar saya terima, jika ada orang baru berkunjung Pulau Laut, biasa di sambut gelombang dan hujan,” kata Letda Budi. “Tapi dengan adanya fenomena alam ini, bertanda orang baru itu, di terima kehadirannya di Pulau Laut.”

Letda Budi menceritakan kisah fenomena alam ini dihadapan Kolonel Harry, karena pernah mengalami saat berkunjung Pulau Laut. “Ketika pertama bertugas, mau ke Pulau Laut, gelombang tinggi, hujan tak berhenti. Pemilik pompong (kapal kecil-red) bertanya dengan saya, apa benar baru pertama datang ke Pulau Laut. Saya katakan iya,” kata Letda Budi.

Danlanal Ranai bersama istri (duduk nomor dua – tiga kanan) di Markas Posal Pulau Laut

Tiba di Dermaga Tanjung Batu, Pulau Laut, pemilik pompong baru menceritakan fenomena alam ini, bertanda tamu datang di terima baik kehadirannya di Pulau Laut. “Selama niat kita baik dalam bertugas, Insya Alloh semua akan berjalan sebagaimana mestinya. Tugas kita mulia, demi tegaknya NKRI di perbatasan,” kata Kolonel Harry.

Pagi beranjak siang, KAL-Sengiap merapat di Dermaga Tanjung Batu. Camat Pulau Laut Sudirman beserta unsur muspika lainnya menyambut kehadiran Kolonel Harry bersama istri dan rombongan. Setelah itu, langsung menuju ke Markas Posal Pulau Laut.

Di Markas Posal Pulau Laut, Kolonel Harry berdialog dengan para prajuritnya. Dari markas penjaga pulau kecamatan perbatasan krisis signal ponsel itu, Kolonel Harry bersama istri, dan rombongan, menuju ke Tanjung Pala.

Danlanal Ranai pantau bangunan Paud Padamu Negeri Desa Tanjung Pala

Dalam perjalanan, singgah sembahyang Zhuhur di salah satu masjid di Desa Air Payang, dan makan siang di salah satu rumah warga Desa Tanjung Pala. Setelah itu memantau rencana kegiatan institusinya membangun fasilitas umum (fasum), seperti merehabilitasi sekolah Paud Padamu Negeri, dan Pentas Hiburan Desa Tanjung Pala. Di Desa Kadur, rehabilitasi Masjid Al-Huda. Desa Air Payang, membangun WC MTS At-Taqwa.

“Kita ada bawa dokter. Rencana kita akan melaksanakan kegiatan sunatan massal. Karena semua anak-anak Pulau Laut telah bersunat, kegiatan itu batal,” terang Kolonel Harry.

Camat Pulau Laut Sudirman membenarkan jumlah penduduk Pulau Laut tak bertambah atau berkurang. Sehingga ia pernah bercanda dengan warga, agar menggalakan pertambahan penduduk.

Danlanal Ranai bersama Camat Pulau Laut Sudirman usai tinjau MTS At – Taqwa

“Hanya bercanda saja, pada warga, supaya buat kebijakan, banyak anak. Sebab Pulau Laut, warganya hanya 700 KK, dengan jumlah penduduk sekitar dua ribuan,” kata Sudirman.

Petang menjelang, Kolonel Harry bersama istri, beserta rombongan kembali ke Markas Posal Pulau Laut. Malam, acara makan bersama para prajurit, dan nelayan Kapal Ikan Indonesia, dengan hidangan ikan bakar.

Sebelum makan malam, Kolonel Harry memberi sosialisasi undang-undang perikanan pada nelayan Kapal Ikan Indonesia, tentang batas wilayah tangkapan, serta kelengkapan surat-menyuratnya.

Danlanal Ranai tinjau Masjid Al – Huda Kadur

Ke-esokan pagi, Kamis 12 April 2018. Kolonel Harry bersama istri, beserta prajuritnya, kembali ke Kota Ranai. Di Pelabuhan Tanjung Batu, satu persatu warga Pulau Laut ingin berfoto bersama Kolonel Harry beserta istri. Seolah-olah perwira melati tiga itu, bersama istrinya, bagai bukan orang jauh bagi warga Pulau Laut.

Tak terlihat rasa kesal dari wajah Kolonel Harry beserta istrinya. Satu persatu warga, dari orang tua dan muda, berfoto bersama mereka. Hingga kapal lepas tali, warga tetap menunggu hingga KAL-Sengiap mulai menjauh. (*andi surya)