Breaking NEWS
17 October 2018

Peduli Lingkungan, DLH Natuna Tanam Bibit Ketapang

KEPALA DLH Natuna Wan Saparuddin usai menanam

infonusantara.co.id, NATUNA – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Natuna menanam 1500 bibit Ketapang di sekitaran Bendungan Kelarik, Kecamatan Bunguran Utara, Natuna, Sabtu 6 Oktober 2018. Penanaman ribuan pohon resapan air, merupakan program dinas itu, dengan tema: Peningkatan Konservasi Daerah Tangkapan Air dan Sumber -Sumber Air.

Kepala DLH Natuna Wan Asparuddin dalam sambutan mengatakan, kegiatan Peningkatan Konservasi Daerah Tangkapan dan Sumber-sumber Air di Bendungan Kelarik, demi menjaga kelestarian hutan.
Air, elemen penting yang menjamin eksistensi kehidupan di bumi. Sekalipun air sumber daya dapat diperbarui, tapi tidak boleh memanfaatkan secara berlebihan tanpa ada upaya konservasi demi memenuhi kebutuhan makhluk hidup di masa kini maupun masa akan datang.

CAMAT Bunguran Utara Izhar saat menanam pohon

Konservasi sumber daya air, upaya memelihara keberadaan dan fungsi air agar senantiasa dalam kuantitas serta kualitas memadai. “Konservasi sumber daya air tidak hanya sebatas permukaan tanah,” terang Asparuddin. “Tetapi harus juga di bawah tanah, atau air tanah.”

Jadi, katanya, melalui kegiatan Konservasi Daerah Tangkapan dan Sumber – Sumber, Air dengan menggalakkan penanaman pohon di embung atau bendungan. Sehingga keberadaan air tidak memprihatinkan, apabila musim kemarau.

FOTO bersama usai menanam

“Air sangat diperlukan pada sektor pertanian,” tegas Saparuddin. “Tidak ada satu pun tanaman ataupun ternak tidak memerlukan air,” tegasnya lagi, sambil menambahkan, meski peran air sangat strategis, namun pengelolaannya masih jauh dari harapan.

Tujuan memulihkan fungsi embung, menurut Saparuddin, sebagai upaya pemulihan lahan kritis di sekitar daerah tangkapan air. Dengan cara menanam tanaman sesuai kebutuhan.

BIBIT pohon Ketapang yang di tanam

“Sasaran penanaman di embung atau waduk pada pelaksanaan kegiatan Perlindungan Konservasi Daerah Air dan Sumber-sumber Air di Natuna,” katanya. “Demi melestarikan sumber daya air tanah, agar debitnya tidak menyusut pada musim kemarau.”

Tujuan lain, kata Saparuddin, membantu menanggulangi kekurangan air bersih, meningkatkan daya serap, mencegah terjadinya longsor, menyuburkan tanah sehingga pada musim hujan, air bisa langsung meresap dan dapat menjadi tempat wisata dan edukasi bagi siswa sekolah.

“Semoga kegiatan ini bermanfaat bagi kita semua, Aamiin,” pungkasnya. Tampak hadir dalam acara, Camat Bunguran Utara Izhar, Kepala Desa se-Bunguran Utara, TIM Kabupaten Kota Sehat (KKS) dan pelajar SMK Pertanian Kecamatan Bunguran Batubi. (*andi surya)