Breaking NEWS
20 April 2019

Pengurusan Pencairan JHT BPJS Ketenagakerjaan Terkesan Dipersulit

* Antrian Hingga Berjam-jam

 

Antrian Jamsostekinfonusantara.co.id, Batam – Kantor Cabang Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Sekupang-Batam, yang terletak di Jalan Gajah Mada-Kompleks Pertokoan Tiban Impian-Batam dan Jalan Imam Bonjol-Gedung Graha Nagoya Mas Kantor Cabang Nagoya-Batam, setiap hari jam kerja selalu ramai didatangi para pekerja. Adapun kedatangan warga tersebut bertujuan untuk mengurus pencairan Jaminan Hari Tua (JHT) dari BPJS Ketenagakerjaan. Tidak heran lagi, untuk mengurus pencairan JHT tersebut dibutuhkan kesabaran dan harus siap untuk berjibaku dan antri hingga berjam-jam guna mendapatkan nomor antrian.

Seperti yang terjadi pada hari Rabu (25/5) lalu di kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sekupang-Batam, puluhan pekerja merasa kecewa atas pelayanan yang diberikan kepada mereka. Para pekerja yang bermaksud mengurus pencairan JHT itu, mengaku terkesan dipersulit dan dipermainkan seperti bola pimpong.

“Saya sudah seminggu datang ke kantor BPJS ini, setiap pagi saya sudah ikut antri untuk mengambil nomor. Namun baru sekarang dapat nomor antrian, karena dibatasi mereka. Sekarang masalahnya bukan nomor antrian lagi, tapi masalah proses pengurusannya hari ini ditunjuk harus ke BNI, sementara saya sudah mengurus tabungan ke Bank Mandiri. Begitu saya punya buku tabungan Bank Mandiri, tiba-tiba hari ini berubah lagi peraturan dan saya harus mengurus lagi ke BNI, karena pelayanan di Bank Mandiri kata pegawai itu, untuk JHT BPJS dibekukan. Jadi saya terpaksa mengurus buku tabungan lagi ke BNI, kalau tidak diurus tak bisa cair JHT saya,” kata salah seorang pekerja dengan nada kecewa.

Hal berbeda juga dialami sejumlah pekerja yang mengurus pencairan JHT di BNI Tiban Center. Mereka harus mengurus surat keterangan domisili mulai dari Ketua RT/RW hingga ke kelurahan. Hal itu, hanya dikarenakan alamat tempat tinggal mereka berbeda tak sesuai dengan alamat yang tercantum di KTP mereka itu. “Peraturannya aneh dan seakan-akan sengaja mereka mempersulit kita. Saya harus pulang lagi mengurus surat keterangan domisili dari RT/RW dan Kelurahan. Masalahnya hanya sepele saja, karena saya tinggal menetap di kawasan Tanjung Riau. Di Tanjung Riau itu setiap rumah tidak ada istilah nama blok. Jadi karena di KTP saya tidak tertera blok rumah saya, jadinya saya disuruh mengurus surat keterangan domisili lagi. Memang peraturannya macam-macam dibuat orang ini. Padahal saya sudah berjam-jam ikut antri dan sudah 3 hari saya datang berturut-turut ke kantor BPJS ini,” kata salah seorang warga Tanjung Riau itu.

Hal yang sama juga dialami warga yang mengaku tinggal di Genta-Batu Aji mengatakan, proses pengurusan JHT BPJS itu terkesan dipersulit. Karena hanya gara-gara masalah tempat tinggal tidak sesuai dengan yang tercantum di KTP, ia harus pulang mengurus surat keterangan domisili dari Ketua RT/RW hingga ke kelurahan.

“Saya disuruh pulang mengurus surat keterangan domisilih dari Ketua RT/RW dan kelurahan, hanya karena alamat di KTP saya dengan alamat tempat tinggal saya yang sekarang berbeda. Pada hal tempat tinggal saya masih tetap di lingkungan RT itu, hanya karena saya pindah nyewa rumah kesebelahnya lain blok. Karena tak sama lagi blok rumah yang saya tempati dengan sekarang di KTP saya ini, saya disuruh pulang pihak BNI untuk mengurus surat keterangan domisili. Ini kan masalah sepele, masak harus pulang. Padahal data-data pendukung yang asli seperti, KTP-KK, Ijazah, akte kelahiran dan sebagainya, sudah lengkap saya bawa sebagai persyaratannya. Namun kenapa mereka itu bikin peraturan keterlaluan? Cara seperti ini kan sengaja mereka buat-buat untuk mempersulit kita. Masak mengambil uang kita sendiri susahnya bukan main, dipersulit lagi dan dipermainkan seperti bola pimpong,” ungkapnya kecewa.

Sementara itu, Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Sekupang-Batam Mangasi Sormin SH MH, ketika dikonfirmasi menyangkut hal tersebut melalui ponselnya mengatakan, pihaknya sudah melakukan kerja sama dengan pihak Bank Mandiri dan BNI dalam proses pencairan JHT tersebut. “Dalam proses pencairan JHT, saat ini kita bekerja sama dengan pihak Bank Mandiri dan BNI. Namun bank tersebut belum secara keseluruhan untuk melayaninnya. Untuk wilayah Sekupang yaitu, Bank Mandiri sekupang dan BNI Tiban Center yang bisa melayani. Kalau semua lengkap berkas yang asli maupun data pendukung, kita langsung kasih formulir untuk di isi dan selanjutnya kita arahkan mereka ke Bank Mandiri dan BNI. Jadi semua berkas dan data pendukung yang asli harus bisa ditunjukkan,” ujarnya dengan singkat. (Manser)