Breaking NEWS
21 August 2018

Perbatasan Vietnam, Pulau Laut Krisis Signal

Tower Indosat Desa Tanjung Pala (atas), Kades Kadur Said Muhammad (kanan bawah) dan Kades Tanjung Pala Azi (kiri bawah)

 

infonusantara.co.id, PULAU LAUT – Kepala Desa Tanjung Pala Azi merasa resah, Rabu 11 April 2018. Keresahan Azi, karena terpasang tower Indosat di desanya pada akhir 2017, signal ponsel, tetap krisis. Jangankan jaringan internet, komunikasi antar ponsel, terdengar nada masuk, suara tak nyambung.

Terpaksa kades berada di bawah naungan Kecamatan Pulau Laut, mempunyai wilayah hingga ke Pulau Sekatung, pulau perbatasan negara Vietnam itu, komunikasi via ponsel di ujung Pelabuhan Tanjung Pala. “Kita dapat signal bukan dari tower Indosat terpasang di Tanjung Pala,” tegas Azi. “Melainkan signal tower Indosat dari Desa Kadur.”

Kades Kadur Said Muhammad membenarkan, signal tower aktif hanya di desanya. Sedangkan signal tower Tanjung Pala, tak pernah aktif. “Kalau tower Indosat Tanjung Pala tak pernah aktif, bagus Kementerian Perhubungan bongkar bangunan itu,” timpal Azi. “Percuma di bangun, silahkan bongkar bawa kembali ke Jakarta,” katanya lagi sedikit kesal.

Said Muhammad merasa wajar masyarakat Desa Tanjung Pala sangat kesal. Berharap terbangun tower Indosat pada akhir 2017, desanya tak krisis signal. Nyatanya tak sesuai kenyataan.

“Terus terang, tower Indosat di Desa Kadur aktif, tapi kita tetap krisis signal,” terang Said. “Apalagi nasib signal Desa Tanjung Pala, cukup jauh jaraknya dari Desa Kadur.”

Dengan krisis signal, Said sangat kesulitan membuat laporan penggunaan dana desa. Terpaksa, membuat laporan, termasuk mengambil dana desa ke bank, harus menyeberang ke Kota Ranai, ibukota Kabupaten Natuna.

Padahal jarak antara Pulau Laut ke Kota Ranai, delapan jam melewati Laut Natuna Utara, dulu bernama Laut China Selatan. “Berapa biaya, kami harus keluarkan, gara-gara krisis signal,” kata Said. “Kami di Pulau Laut ini, ibarat kampung orang maju selangkah, kampung kami mundur beberapa langkah.”

Sementara Azi meminta pemerintah kabupaten, provinsi hingga pusat, perhatian dengan krisis signal ponsel dialami masyarakat Pulau Laut. Ia juga berpesan, agar Kementerian Perhubungan mengaktifkan segera tower Desa Tanjung Pala. Seandai tetap tak berfungsi, silahkan bongkar bangunan itu, agar tak membuat masyarakat berharap-harap.

“Saya yakin, Pak Presiden Joko Widodo sangat perhatian dengan masyarakat pulau terluar. Sehingga beliau meminta kementeriannya segera membangun infrastruktur memadai, agar masyarakat pulau terluar tak ketinggalan. Namun, bawahan Pak Presiden ini, asal-asalan membangun, contoh tower Indosat Desa Tanjung Pala,” katanya.

Pantau lapangan, pada plang terpasang di pagar tower Indosat Desa Tanjung Pala tertulis, BTS Perbatasan, Desa Tanjung Pala, Kecamatan Pulau Laut, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau. Kanan kiri tercetak simbol, dengan tulisan Kemkominfo dan BPPPTI. Di bawah plang tertulis huruf cukup mencolok, “Persembahan Untuk Indonesia”.

Azi berharap, seandai pemerintah ingin membangun infrastruktur telekomunikasi, bagusnya merata di desa-desa Pulau Laut, seperti Desa Tanjung Pala, Kadur dan Air Payang. Sebab tiga desa dibawah naungan Kecamatan Pulau Laut ini, tiap detik krisis signal. “Kami minta di bangun tower Telkomsel,” katanya. “Jaringan komunikasi itu, sangat bagus di Natuna.” (*andi surya)