Breaking NEWS
22 July 2019

Peringatan HKN, Wujudkan Pelayanan Profesional melalui Gerakan Revolusi Mental

img_20161117_225648infonusantara.co.id, RANAI – Upacara 17 hari bulan dilingkungan Pemerintah Kabupaten Natuna di sejalankan dengan Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke 52 dihalaman Kantor Bupati Natuna, Kamis pagi 17 November 2016. Sebagai Inspektur Upacara, Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprapti.

Dalam amanat Menteri Kesehatan RI yang dibacakan Wakil Bupati mengatakan, bahwa Indonesia saat ini dihadapkan pada masalah triple burden. Yaitu meningkatnya penyakit infeksi, penyakit tidak menular dan munculnya penyakit-penyakit yang seharusnya sudah teratasi.
Hal itu akibat sebagian besar masyarakat masih belum dapat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Salah satu permasalahan terjadi, karena masih kurangnya sarana pendukung dan kualitas sumberdaya kesehatan.

Sementara pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang sudah berjalan selama dua tahun menyerap anggaran cukup tinggi dari jumlah anggaran kesehatan negara, sekitar 74% dan merupakan beban sangat luar biasa. Untuk itu dibutuhkan strategi tepat bagi mengurangi beban anggaran dengan beberapa cara, diantaranya pelayanan kesehatan harus sebagian besar diselesaikan pada pelayanan kesehatan primer, menekan angka rujukan pelayanan kesehatan, meningkatkan kapasitas SDM kesehatan dengan dukungan teknologi yang dapat mendukung kepastian diagnosa serta memberikan insentif yang berkeadilan sebagai penyeimbang agar dapat mendorong retensi tenaga kesehatan dalam pelaksanaan tugasnya.

Wakil Bupati juga menyampaikan Program Prioritas Pembangunan Kesehatan Periode 2015-2019 dilaksanakan melalui Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan keluarga, hal ini dimaksud mengingat bahwa keluarga merupakan unsur terkecil dari masyarakat yang harus menjadi ujung tombak penerapan prilaku hidup sehat. Progam ini akan diselenggarakan secara bertahap dengan target pada akhir 2019, seluruh puskesmas di Indonesia telah dapat melaksanakannya.

Target ini cukup berat mengingat terdapat 9.601 puskesmas tersebar di 34 provinsi dengan kondisi geografis dan kondisi sosial berbeda. Oleh karena itu untuk tahap awal program ini akan difokuskan pada 9 provinsi prioritas, yaitu Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah dan Sulawesi Selatan. Seiring Program Indonesia Sehat dengan pendekatan keluarga, Menteri Kesehatan Juga menyampaikan, pada 15 November lalu, di Bantul DI Yogyakarta, Presiden RI Joko Widodo telah meluncurkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas).

Tindakan gerakan ini sistematis dan terencana yang diselenggarakan secara bersama seluruh komponen pembangunan. Dengan tujuan agar masyarakat dapat menerapkan Perilaku Hidup Sehat yang diharapkan dapat memberikan pengaruh pada peningkatan kualitas kesehatan dan produktifitas masyarakat. Selanjutnya melalui momentum peringatan HKN ke-52, diharapkan kepada seluruh aparatur kesehatan dimanapun bertugas dapat selalu menyandarkan bakti atas dasar gerakan revolusi mental dengan 3 nilai utama, yaitu integritas, kerja keras dan gotong royong yang harus menjadi budaya kerja dalam mewujudkan kualitas kesehatan yang lebih baik. (*humas/endang/sri/izar)

336x280ad