Breaking NEWS
19 April 2018

Pisah Sambut Kasi Pidum Kejari Ranai

WAHER (kiri) bersama istri, Kajari Ranai (kanan)

infonusantara.co.id, NATUNA – Wajah Waher antara senang dan sedih di halaman depan Kantor Kejari Ranai, Natuna, Senin malam 16 April 2018. Senang, karena Kasi Pidum Kejari Ranai itu akan pindah tugas cukup bonafid, sebagai Kasi Intel Kejari Badung, Bali. Sedih, harus meninggalkan Natuna, padahal cukup lama bertugas, lima tahun enam bulan.

“Dua anak saya tumbuh dan besar di Natuna,” kata lelaki terlihat cukup muda itu, ditemani istri dan anak, sekitar enam tahun. “Natuna sangat berkesan bagi saya selama bertugas,” katanya lagi, sambil menambahkan, ia bertugas di kabupaten ini, pada November 2012.

Selama bertugas di Natuna, banyak pengalaman Waher dapatkan. “Terus terang, rekan kerja di Kejari Ranai, cukup menyenangkan,” katanya. “Saya merasa rekan-rekan kerja disini, sangat solid.”

Tak lupa, Waher mengucapkan salam perpisahan kepada kawan-kawan di luar Kejari Ranai. Kawan-kawan yang senantiasa, mengumpul dengannya. Termasuk, kawan-kawan media.

“Saya pesan, jika kawan-kawan ke Bali, jangan lupa beri kabar,” kata Waher. “Seandai tak beri kabar, saya blokir bandara, biar tak bisa pulang ke Natuna,” candanya.

Sebelum mengakhiri sambutan, Waher menyampaikan pesan kepada rekan-rekan Kejari Ranai, agar bertugas dengan baik. Mengingat Natuna ini, masyarakatnya sangat familiar.

“Saya sekeluarga mohon maaf, selama bertugas punya silap dan salah,” pintanya. “Semua manusia tak terlepas dari silap dan salah.”

Ari Supandi, Kasi Pidum Kejari Ranai yang baru, memohon kerjasama selama bertugas di Natuna. Mengingat bertugas sebagai Kasi Pidum Kejari Ranai, merupakan tugas baru di jalani.

“Mohon maaf, saya tak di dampingi istri,” kata Ari. “Sebab istri berhalangan hadir, sedang hamil anak ketiga.”

Sebelum menjadi Kasi Pidum Kejari Ranai, Ari pernah bertugas di Dumai selama tiga tahun, dan di Indra Giri Hilir, satu tahun enam bulan.

Kajari Ranai Juli Isnur, mengucapkan selamat bertugas di tempat baru pada Waher, sebagai Kasi Intel Kejari Badung. Selamat datang pada Ari Supandi, sebagai Kasi Pidum Kejari Ranai.

Juli merasa optimis, malam pisah sambut ini, akan berjalan sesuai harapan. Mengingat dari pagi hingga sore hari, hujan turun tak berhenti.

“Hujan adalah berkah dari Alloh SWT. Sebelum malam pisah sambut, Ranai di sapa hujan. Tandanya Waher dan Ari membawa rezeki bagi Kejari Ranai,” terang Juli.

Tak lupa Juli mengucapkan terimakasih pada Waher, telah mengajarkannya tentang penanganan tahanan Vietnam (pelaku illegal fishing-red). Enam bulan tak terasa, Waher pindah tugas.

“Waher bilang dengan saya, jika tahanan Vietnam panggil Bod, saya jangan marah. Bod itu artinya Boz. Orang Vietnam tak bisa bilang S,” ungkapnya.

Malam pisah sambut ini, Juli akan meminta para rekan media menyumbangkan lagu. Ia bersama Danlanal Ranai Kolonel Laut (P) Harry Setyawan dan Kasatreskrim Polres Natuna AKP Edy Wiyanto, menjadi juru fotonya.

“Saran Pak Danlanal, kami pula sebagai juru foto, rekan media nyanyi. Saya setuju, supaya rekan media pula, memberi hiburan,” katanya lagi, sebelum mengakhiri sambutan, mengatakan Kejari Ranai akan kerjasama dengan RRI Ranai.

Kerjasama selama sebulan ini, dengan slogan, Kejari Ranai Menyapa. Dalam program, Kejari Ranai akan melakukan syiar pengajian.

“Tadi soal nyanyi. Setiap rekan media menyanyi satu lagu, akan kita undi nama-nama tamu datang. Kita ambil acak. Nama terpilih akan mendapat sembako. Saya tak tahu, entah kecap, susu atau beras,” pungkasnya. (*andi surya)